Babinsa Gabuswetan Pantau Harga Kebutuhan Pokok di Pasar dan Toko Sembako Wilayah Gabuswetan-Kroya
Indramayu – Dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan dan memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di masyarakat, anggota Koramil 1617/Gabuswetan melakukan pemantauan harga sembako di wilayah Kecamatan Gabuswetan dan Kroya, Kabupaten Indramayu, pada Rabu (13/8/2025).
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB ini dilakukan dengan mendatangi langsung sejumlah toko sembako. Babinsa bersama tim mencatat perkembangan harga untuk beberapa komoditas penting yang menjadi kebutuhan sehari-hari warga.
Berdasarkan hasil pantauan, harga beras premium berada di angka Rp 13.000 per kilogram. Komoditas ini menjadi fokus utama mengingat beras merupakan bahan pokok yang dikonsumsi hampir seluruh lapisan masyarakat.
Minyak goreng tercatat seharga Rp 18.000 per liter, sementara harga jagung dan kedelai berada di kisaran Rp 10.000 per kilogram. Harga ini relatif stabil dibandingkan bulan sebelumnya, namun tetap menjadi perhatian karena bahan tersebut juga digunakan untuk pakan ternak dan industri olahan.
Gula putih dijual dengan harga Rp 18.000 per kilogram. Meski harga ini belum mengalami lonjakan signifikan, Babinsa tetap melakukan koordinasi dengan pedagang untuk memantau pasokan.
Untuk komoditas hortikultura, harga bawang merah mencapai Rp 70.000 per kilogram, sementara bawang putih dijual seharga Rp 30.000 per kilogram. Kenaikan pada bawang merah menjadi catatan penting karena bisa mempengaruhi biaya produksi kuliner di tingkat rumah tangga maupun usaha kecil.
Daging sapi segar dijual dengan harga Rp 130.000 per kilogram, sedangkan daging ayam broiler berada di kisaran Rp 28.000 per kilogram. Harga ini masih dalam batas normal meski permintaan cukup tinggi menjelang hari-hari besar.
Telur ayam broiler tercatat seharga Rp 29.000 per kilogram. Komoditas ini menjadi salah satu sumber protein terjangkau bagi masyarakat dan kerap menjadi indikator daya beli rumah tangga.
Babinsa menegaskan bahwa pemantauan ini bertujuan memastikan harga di lapangan sesuai ketentuan, mencegah penimbunan, serta memberikan laporan akurat kepada pihak terkait. “Kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa memperoleh bahan pokok dengan harga wajar,” ujar salah satu anggota Koramil 1617/Gabuswetan.
Selain memantau harga, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi dengan para pedagang. Babinsa mendengar langsung keluhan dan masukan terkait distribusi barang, stok, dan faktor-faktor yang memengaruhi harga.
Pedagang mengakui bahwa faktor cuaca, biaya transportasi, dan pasokan dari daerah penghasil menjadi penentu utama harga kebutuhan pokok. Mereka berharap ada koordinasi yang lebih baik untuk menjaga kelancaran distribusi.
Hasil pemantauan akan dilaporkan ke komando atas dan instansi terkait sebagai bahan evaluasi kebijakan. Data ini penting untuk memetakan kondisi pasar dan menentukan langkah pengendalian harga.
Kegiatan yang berlangsung hingga siang hari ini berjalan lancar tanpa hambatan. Babinsa memastikan akan terus melakukan pemantauan berkala, terutama menjelang momen-momen yang biasanya memicu lonjakan harga.
Dengan pemantauan rutin, diharapkan stabilitas harga pangan di wilayah Gabuswetan dan Kroya tetap terjaga. Langkah ini sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, pedagang, dan masyarakat dalam menjaga ketahanan pangan.
