Bersertifikasi Nasional Dosen Polindra Optimis Lulus 100% Resmi Sebagai Asesor LSP
November 14, 2025
Indramayu - Politeknik Negeri Indramayu (Polindra) terus memperkuat peran Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sebagai bagian vital dari proses penjaminan mutu kompetensi lulusan.
Menindaklanjuti masa berlaku lisensi LSP yang telah berakhir selama satu tahun, Polindra melaksanakan program relisensi yang sekaligus menuntut ketersediaan sumber daya asesor. Untuk itu, sejak Senin hingga Jumat, kampus menyelenggarakan Pelatihan Asesor Kompetensi yang diikuti para dosen.
Ketua LSP Polindra, Moh. Ali Fikri, M.Kom,di temui awak media Jumat 14 November 2025, menjelaskan bahwa LSP memiliki fungsi strategis dalam mengonfirmasi kompetensi mahasiswa. “Ke depan, sesuai amanat undang-undang, perguruan tinggi wajib meluluskan mahasiswa dengan ijazah dan sertifikat kompetensi.
Para dosen sebagai pendidik berperan menyiapkan SDM yang kompeten, sementara validasi kelulusan kompetensi merupakan kewenangan LSP dan LSP adalah tangan kanan dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
Dengan demikian, lulusan Polindra diharapkan semakin mampu bersaing di dunia kerja baik nasional maupun internasional, karena sertifikat kompetesi ini berlaku secara internasional, ujarnya
Pelatihan yang berlangsung pada 10–13 November 2025 ini menghadirkan dua master asesor dari BNSP, yakni Suherman dan Arinto. Para peserta dibekali kemampuan menyusun perangkat asesmen, teknik pengujian, hingga metode evaluasi kompetensi. Pada sesi terakhir, hari jumat, 14 November 2025 para peserta mengikuti proses konfirmasi asesmen yang dipimpin master asesor berbeda, yaitu Sisjono, untuk menjamin objektivitas dan menghindari konflik kepentingan.
“Kami berharap seluruh dosen dapat lulus 100% dan resmi menjadi asesor. Ini akan memberikan manfaat besar baik bagi mahasiswa maupun institusi,” kata Fikri yang juga menjadi peserta pelatihan.
Sebagai ketua LSP sekaligus peserta, Moh. Ali Fikri menegaskan bahwa keterlibatannya dalam pelatihan adalah langkah penting untuk memahami secara langsung alur dan kualitas proses asesmen di LSP Polindra.
“Dengan mengikuti pelatihan ini, saya bisa mengetahui secara menyeluruh bagaimana proses LSP berjalan, sehingga pembinaan dan pengembangan ke depan dapat lebih tepat dan terstandar nasional,” Ucapnya.
Sementara itu salah satu peserta pelatihan, Fauzan Ishlakhuddin, S.Kom., M.Cs., menyampaikan bahwa pelatihan ini memberikan pengalaman berharga bagi para dosen. “Pelatihan ini membuka wawasan bahwa asesmen kompetensi harus dilakukan secara terstruktur dan objektif.
Bekal ini sangat penting agar kami dapat membantu mahasiswa memperoleh sertifikasi kompetensi yang diakui secara nasional,” ujarnya.
Lanjut Fauzan Dengan keterlibatan langsung para dosen dalam proses asesmen, Polindra optimistis LSP dapat berfungsi semakin kuat dan profesional dalam mendukung peningkatan kualitas lulusan Politeknik Negeri Indramayu.Pungkasnya.
