HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Diduga Menghindar dari Klarifikasi, Kepala SD Negeri 1 Gabuswetan Akan Dilaporkan LSM ABRI


Indramayu – Ketua LSM Abdi Lestari (ABRI) DPW Jawa Barat, Abdul Hanafi, menilai Kepala SD Negeri 1 Gabuswetan tidak kooperatif dalam memberikan klarifikasi terkait dugaan ketidaksesuaian proyek revitalisasi sekolah. Penilaian itu muncul setelah tiga kali upaya konfirmasi yang dilakukan LSM ABRI tidak pernah membuahkan pertemuan langsung dengan Kepala Sekolah.

Kunjungan pertama pada 8/11/2025, dan kunjungan kedua dilakukan pada 18 November 2025. Saat itu, pihak sekolah menyampaikan melalui pesan WhatsApp bahwa Kepala Sekolah tidak dapat ditemui karena sedang mengikuti Bimbingan Teknis di Jakarta. Dalam kesempatan itu, Hanafi hendak mengonfirmasi beberapa temuan terkait pelaksanaan proyek, termasuk dugaan penyediaan konsumsi pekerja oleh pihak tertentu.

Pada kunjungan ketiga, Jumat (21/11/2025), kondisi serupa kembali terjadi. Seseorang yang mengaku guru kelas bernama Dimas menyampaikan bahwa Kepala Sekolah tidak hadir karena sakit. "Kemungkinan kecapean mas, karena habis mengikuti bimtek dari tanggal 10 sampai 14", ungkap guru kelas yang menyebutkan dirinya Dimas, saat ditemui diruang sekolah.
“Kami sudah tiga kali datang untuk meminta klarifikasi resmi, tetapi Kepala Sekolah selalu tidak bisa ditemui. Pesan kami sudah kami titipkan,” ujar Hanafi.

Namun, keterangan tersebut dipertanyakan setelah Hanafi menerima informasi berbeda dari warga sekitar. Seorang warga yang enggan disebut identitasnya mengaku melihat Kepala Sekolah berada di sekolah pada pagi hari, bahkan menyebut ciri kendaraan yang diduga milik Kepala Sekolah.

Merasa perlu memastikan informasi itu, Hanafi lalu meminta klarifikasi kepada Ketua PGRI Gabuswetan. Foto yang ia tunjukkan dibenarkan sebagai sosok Kepala SD Negeri 1 Gabuswetan. Konfirmasi serupa juga diperolehnya dari Kasi Sarpras Dinas Pendidikan Kabupaten Indramayu yang menyebut foto tersebut adalah “kepsek kunuh”.

Hanafi menegaskan, sikap tertutup pihak sekolah dan keterangan yang saling bertolak belakang menimbulkan dugaan bahwa Kepala Sekolah sengaja menghindar. “Ada indikasi beliau menyembunyikan identitas dan keberadaannya. Ini tidak wajar bagi seorang pejabat publik,” tegas Hanafi.

LSM ABRI memastikan akan melayangkan laporan resmi ke Dinas Pendidikan dan Inspektorat Kabupaten Indramayu. Aduan tersebut mencakup dugaan ketidaksesuaian proyek revitalisasi serta dugaan ketidakkooperatifan Kepala Sekolah dalam memberikan klarifikasi kepada publik. (Ade)
Posting Komentar