Kampanye dari Halaman Rumah, Sriwono Nomor 1 Buat Ribuan Warga Rancahan Berjanji: “Kami Pilih yang Tulus”
Desember 03, 2025
Indramayu – Rumah sederhana di Blok Plasah, Desa Rancahan, Kecamatan Gabus Wetan, Kabupaten Indramayu, Rabu (3/12/2025) siang, berubah menjadi lautan manusia. Sejak pukul 13.00 hingga menjelang maghrib, ribuan warga memadati halaman kediaman Sriwono, Calon Kuwu nomor urut 1, untuk menyaksikan langsung penyampaian visi-misi dalam kampanye yang penuh kehangatan dan haru biru.
Suasana haru langsung menyelimuti ketika Sriwono membuka pidatonya dengan suara bergetar. “Mohon doa restu dan dukungan Bapak-Ibu sekalian. Saya berani bersumpah di hadapan Allah dan kalian semua: jika nanti saya terpilih tapi tidak menjalankan visi-misi ini, saya siap mundur dengan kepala tegak,” ucapnya tegas. Sontak, riuh tepuk tangan dan sorak “Aamiin!” menggema, disusul isak haru dari para ibu-ibu yang duduk di barisan depan.
Dengan penuh keyakinan, Sriwono memperkenalkan konsep besar yang akan menjadi nafas kepemimpinannya: Desa **MAJU** – Mandiri, Amanah, Jujur, dan Unggul. “Ini bukan sekadar akronim, tapi janji jiwa saya kepada kalian semua,” ujarnya sambil menatap mata para pendengarnya satu per satu.
Visi yang diusungnya sederhana namun menyentuh: “Mewujudkan Desa Rancahan yang sejahtera, maju, dan membuat anak-cucu kita bangga pulang kampung.” Untuk mewujudkannya, Sriwono memaparkan lima misi yang langsung membuat warga mengangguk setuju:
Pertama, ia berjanji membuka keran transparansi anggaran seluas-luasnya agar setiap rupiah dana desa bisa dipertanggungjawabkan kepada masyarakat. “Tidak ada lagi yang ditutup-tutupi. Semua laporan akan dipajang di papan informasi dan grup WhatsApp desa,” katanya, disambut tepuk tangan meriah.
Kedua, mempertebal tali gotong royong yang mulai longgar, termasuk menghidupkan kembali kerja bakti, sedekah bumi, dan acara adat yang selama ini meredup.
Ketiga, memperbaiki jalan usaha tani dan jembatan yang selama bertahun-tahun membuat petani susah mengangkut hasil panen. “Saya ingin petani kita tersenyum lebar saat membawa padi ke penggilingan,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Keempat, meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan, termasuk beasiswa untuk anak berprestasi dan posyandu yang benar-benar hidup. “Anak kita harus sehat jasmani-rohani, dan orang tua kita bisa berobat tanpa harus ke kota,” tegasnya.
Kelima, menggerakkan kelompok tani agar lebih produktif dengan pendampingan pupuk murah, benih unggul, dan akses pasar yang lebih luas. “Pertanian adalah nafas Rancahan. Kalau petani sejahtera, desa kita pasti maju,” tuturnya.
Acara yang berlangsung tertib dan penuh khidmat ini turut dihadiri Panitia Pemilihan Kuwu, Forkopimcam Gabus Wetan, anggota Polsek, Danramil, serta tokoh masyarakat. Kehadiran mereka menjadi simbol bahwa demokrasi di tingkat desa tetap berjalan dalam koridor yang damai dan bermartabat.
Menjelang akhir kampanye, Sriwono menutup kampanyenya dengan sujud syukur di atas sajadah kecil yang dibentangkan di teras rumahnya. Ribuan warga yang hadir ikut mengaminkan doa, seolah ikut merasakan beban amanah yang dipikul pria sederhana itu.
“Pilihlah sesuai hati nurani Bapak-Ibu. Yang penting, kita sama-sama menjaga kampung ini tetap guyup, rukun, dan maju bersama,” pesan penutupnya yang disambut gemuruh “Nomor 1… Sriwono…!” dari ribuan warga yang pulang dengan hati penuh harapan.
Blok Plasah bukan lagi sekadar nama blok, melainkan saksi bisu sebuah janji tulus seorang anak desa kepada kampung halamannya. (Ade Nur)
