HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Harga Sembako di Pasar Tukdana Terpantau Naik, Sertu Sakim Turun Langsung Lakukan Monitoring



Pergerakan harga kebutuhan pokok masyarakat kembali menjadi perhatian di Kabupaten Indramayu. Memasuki awal Januari 2026, fluktuasi harga sejumlah komoditas sembako terpantau terjadi di beberapa pasar tradisional. Untuk memastikan kondisi harga dan ketersediaan barang tetap terkendali, aparat kewilayahan TNI AD kembali turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan.

Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 1606/Tukdana, Sertu Sakim, yang melaksanakan monitoring harga sembako di Pasar Tukdana, Desa Tukdana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Minggu, 4 Januari 2026, mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai dan berjalan dalam kondisi aman serta terkendali.

Monitoring harga sembako ini dilakukan sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial untuk mendukung stabilitas ekonomi masyarakat dan membantu pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi. Pasar Tukdana dipilih karena merupakan salah satu pusat perputaran ekonomi warga, terutama dalam pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Sertu Sakim mencatat sejumlah komoditas bahan pokok berada pada harga yang cukup tinggi. Harga gula pasir tercatat Rp17.500 per kilogram, sementara minyak goreng curah berada di angka Rp19.000 per kilogram. Telur ayam negeri dijual dengan harga Rp30.000 per kilogram, yang masih menjadi salah satu kebutuhan utama masyarakat.

Untuk komoditas pangan lainnya, harga jagung lokal tercatat Rp7.500 per kilogram, sedangkan kedelai lokal mencapai Rp24.000 per kilogram. Bawang merah dijual dengan harga Rp45.000 per kilogram dan bawang putih berada di kisaran Rp40.000 per kilogram. Harga beras premium terpantau stabil di angka Rp13.000 per kilogram.

Sementara itu, harga protein hewani juga menjadi perhatian. Daging ayam potong dijual dengan harga Rp34.000 per kilogram, sedangkan daging sapi lokal tercatat cukup tinggi, yakni Rp140.000 per kilogram. Kenaikan harga pada beberapa komoditas ini diakui pedagang dipengaruhi oleh faktor distribusi serta pasokan dari daerah pemasok.

Sertu Sakim menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memperoleh data riil kondisi harga di pasar tradisional. Data tersebut nantinya akan dilaporkan kepada komando atas sebagai bahan evaluasi dan koordinasi dengan instansi terkait.

“Kami turun langsung ke pasar untuk memastikan perkembangan harga sembako dan mendengar langsung keterangan dari pedagang. Ini penting agar kondisi di lapangan bisa diketahui secara akurat,” ujar Sertu Sakim.

Ia menambahkan, sejauh pemantauan dilakukan, stok bahan pokok di Pasar Tukdana masih relatif aman dan aktivitas jual beli berjalan normal. Meski terdapat kenaikan harga pada sejumlah komoditas, belum ditemukan indikasi kelangkaan barang maupun praktik penimbunan.

Para pedagang pasar berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah agar stabilitas harga dapat terjaga. Mereka menilai daya beli masyarakat mulai terpengaruh ketika harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan, terutama pada komoditas pangan utama.

Monitoring sembako yang dilakukan Babinsa ini juga menjadi bentuk sinergi TNI dengan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi wilayah. Kehadiran aparat di pasar tradisional diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pedagang dan pembeli, sekaligus mencegah terjadinya gejolak harga yang merugikan masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi Pasar Tukdana terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan keamanan maupun keluhan signifikan dari pengunjung pasar. Dokumentasi kegiatan turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan resmi.

Melalui kegiatan monitoring harga sembako ini, Koramil 1606/Tukdana menegaskan komitmennya untuk terus hadir di tengah masyarakat. Tidak hanya dalam menjaga keamanan wilayah, tetapi juga berperan aktif mendukung stabilitas ekonomi dan kesejahteraan warga Kabupaten Indramayu, khususnya di Kecamatan Tukdana.

Posting Komentar