HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Serka Sudono Kawal Percepatan Tanam! Musyawarah MT1 di Krangkeng Jadi Kunci Dongkrak Produksi Padi Nasional


Indramayu – Upaya percepatan musim tanam rendeng (MT1) Tahun 2026 terus didorong pemerintah demi menjaga ketahanan pangan nasional. Salah satu langkah strategis dilakukan melalui musyawarah bersama yang digelar di tingkat desa, melibatkan berbagai unsur pertanian hingga aparat kewilayahan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Desa Tanjakan, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Selasa (17/3/2026) mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai. Musyawarah ini menjadi momentum penting dalam menyatukan langkah untuk mempercepat masa tanam padi di wilayah tersebut.

Babinsa Desa Tanjakan, Serka Sudono, turut hadir dan berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Kehadiran Babinsa menjadi bentuk dukungan TNI dalam program pemerintah, khususnya di sektor pertanian yang menjadi tulang punggung ketahanan pangan nasional.

Dalam forum tersebut, pemerintah melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian UPTD KPP Kecamatan Krangkeng menegaskan pentingnya percepatan musim tanam rendeng. Langkah ini dinilai strategis untuk meningkatkan produksi padi, menjaga stabilitas harga pangan, serta mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Selain Setka Sudono, kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Bok Randim Raksabumi, para ketua kelompok tani (Poktan), serta perwakilan P3A Mitra Cai yang berperan dalam pengelolaan irigasi.

Musyawarah berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan dan semangat gotong royong. Para peserta aktif berdiskusi mengenai langkah-langkah percepatan tanam, termasuk kesiapan lahan, ketersediaan air, serta dukungan sarana produksi pertanian.

Percepatan musim tanam rendeng menjadi sangat penting, mengingat Indramayu merupakan salah satu daerah lumbung padi nasional. Keberhasilan program ini akan berdampak langsung pada ketersediaan beras di tingkat nasional.

Babinsa dalam hal ini tidak hanya berperan sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai penggerak dan pendamping masyarakat. Kehadirannya di tengah kegiatan pertanian diharapkan mampu meningkatkan semangat petani serta memperkuat koordinasi antarinstansi.

Dalam kesempatan tersebut, peserta musyawarah juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah, petani, dan seluruh elemen terkait. Kolaborasi yang baik diyakini mampu mengatasi berbagai kendala yang kerap muncul dalam proses tanam, seperti keterlambatan distribusi air atau pupuk.

Kegiatan musyawarah berakhir sekitar pukul 11.40 WIB dalam kondisi aman dan lancar. Tidak hanya menghasilkan kesepahaman bersama, forum ini juga menjadi wadah komunikasi yang efektif dalam menyatukan visi untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Dengan adanya percepatan musim tanam ini, diharapkan hasil panen ke depan dapat meningkat secara signifikan. Hal ini tentu akan berdampak positif terhadap kesejahteraan petani sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Langkah konkret yang dilakukan di Desa Tanjakan ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat mampu mendorong kemajuan sektor pertanian. Dari desa, kekuatan pangan Indonesia terus dibangun untuk menghadapi tantangan global di masa mendatang.

Posting Komentar