Babinsa Koptu Budiarso Pantau Harga Sembako di Pasar Singakerta Krangkeng: Telur Ayam dan Daging Sapi Naik Jelang Ramadan, Beras Masih Stabil di Rp15.800/kg
Februari 21, 2026
Indramayu – Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriyah, fluktuasi harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian utama masyarakat Kabupaten Indramayu. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Koptu Budiarso, melakukan monitoring langsung di Pasar Singakerta, Kecamatan Krangkeng, untuk memetakan kondisi harga sembako terkini dan mendeteksi potensi gejolak yang dapat membebani warga.
Pada hari Sabtu tanggal dua puluh satu Februari dua ribu dua puluh enam, mulai pukul sembilan pagi hingga selesai, Koptu Budiarso melaksanakan kegiatan pemantauan harga di Pasar Desa Singakerta. Hasil pantauan menunjukkan mayoritas komoditas pokok masih terkendali, meski beberapa bahan pangan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan dibandingkan pekan sebelumnya.
Berikut rincian harga sembako yang tercatat langsung oleh Babinsa tersebut:
Beras per kilogram dijual Rp15.800 dengan status tetap, menunjukkan stabilitas pasokan beras medium di wilayah Krangkeng. Minyak goreng per kilogram juga bertahan di Rp16.000 tanpa perubahan. Daging ayam per kilogram tetap di Rp38.000, sementara jagung per kilogram berada di Rp11.000 dengan harga stabil.
Namun, sejumlah komoditas mengalami kenaikan. Telur ayam per kilogram naik menjadi Rp38.000, daging sapi per kilogram melonjak ke Rp150.000, gula pasir per kilogram naik menjadi Rp16.000, bawang merah per kilogram mencapai Rp48.000, bawang putih per kilogram Rp42.000, serta kacang kedelai per kilogram Rp19.000. Kenaikan ini diduga dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan menjelang puasa, biaya transportasi, serta faktor musiman seperti cuaca yang memengaruhi pasokan dari daerah penghasil.
Kondisi harga daging sapi yang menyentuh Rp150.000 per kilogram ini terbilang lebih tinggi dibandingkan pantauan di beberapa pasar pedesaan lain di Indramayu, di mana harga masih berkisar Rp120.000 hingga Rp135.000. Sementara itu, harga telur ayam yang naik ke Rp38.000 juga mengikuti tren regional di mana pasokan telur dari peternak mulai tertekan akibat biaya pakan yang tinggi.
Kegiatan monitoring berjalan tertib dan aman tanpa kendala berarti. Peran aktif Koptu Budiarso sebagai Babinsa tidak hanya membantu memantau stabilitas harga, tetapi juga menjadi jembatan informasi antara masyarakat pedagang pasar dengan pemerintah daerah serta aparat keamanan. Pendekatan langsung ini memungkinkan deteksi dini terhadap potensi penimbunan atau spekulasi harga.
Kabupaten Indramayu terus menggelar berbagai upaya pengendalian harga, termasuk Gerakan Pangan Murah yang rutin dilaksanakan di beberapa kecamatan, termasuk Krangkeng. Masyarakat diimbau untuk bijak berbelanja, memanfaatkan program subsidi pemerintah, serta melaporkan jika menemukan praktik harga tidak wajar.
Dengan harga beras yang masih stabil dan minyak goreng terkendali, diharapkan beban pengeluaran rumah tangga tidak melonjak drastis menjelang Ramadan. Monitoring rutin oleh Babinsa seperti yang dilakukan Koptu Budiarso di Pasar Singakerta menjadi contoh nyata komitmen TNI AD dalam menjaga kesejahteraan masyarakat pedesaan, terutama di sektor pangan strategis.
Kegiatan ini dilengkapi dokumentasi foto sebagai bukti lapangan. Di tengah antisipasi lonjakan permintaan bahan pokok, sinergi antara Babinsa, pedagang, dan pemerintah daerah diharapkan terus diperkuat agar masyarakat dapat menyambut bulan puasa dengan tenang dan tanpa kekhawatiran ekonomi berlebih.
