Babinsa Serda Wawan Gunawan Turun ke Sawah: Dampingi Penyemprotan Pestisida Padi MT I di Desa Cikawung, Dukung Ketahanan Pangan Jelang Panen Raya?
Februari 21, 2026
Indramayu – Di tengah upaya Pemerintah Kabupaten Indramayu mempercepat musim tanam padi MT I tahun 2026 untuk mencapai target produksi gabah kering giling (GKG) yang ambisius, Babinsa Koramil 1613/Terisi kembali menunjukkan peran nyata di lapangan. Serda Wawan Gunawan, Babinsa Desa Cikawung, turun langsung ke areal persawahan untuk mendampingi petani dalam proses penyemprotan pestisida, memastikan tanaman padi terlindungi dari serangan hama dan penyakit.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 21 Februari 2026, mulai pukul 09.00 WIB hingga selesai, di sawah milik Bapak Rudi yang berlokasi di Blok Cagak Kroya, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Pendampingan ini menjadi bagian dari komitmen TNI AD melalui Babinsa untuk mendukung ketahanan pangan nasional, khususnya di wilayah lumbung padi seperti Indramayu yang dikenal sebagai salah satu penghasil beras terbesar di Jawa Barat.
Menurut laporan resmi, Serda Wawan Gunawan aktif terlibat bersama petani setempat dalam penyemprotan pestisida pada tanaman padi musim tanam pertama (MT I) 2026. Proses ini krusial karena pada fase pertumbuhan awal hingga vegetatif, tanaman padi rentan terhadap hama seperti wereng, penggerek batang, dan penyakit blas yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan jika tidak ditangani tepat waktu. Dengan pendampingan langsung, Babinsa memastikan teknik penyemprotan dilakukan secara benar, aman, dan efektif, termasuk pemilihan dosis pestisida yang sesuai serta penggunaan alat pelindung diri untuk menghindari risiko kesehatan bagi petani.
Kegiatan berlangsung aman dan lancar tanpa kendala berarti, mencerminkan sinergi baik antara aparat kewilayahan dengan masyarakat petani. Serda Wawan Gunawan, yang dikenal dekat dengan warga Desa Cikawung, sering terlibat dalam berbagai tahap pertanian, mulai dari pembajakan lahan, pemupukan, hingga pendampingan panen. Pendekatan humanis ini tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mempererat hubungan TNI dengan masyarakat binaan.
Kabupaten Indramayu sendiri tengah gencar mendorong percepatan tanam MT I 2025/2026, dengan target produksi padi mencapai sekitar 1,7 juta ton gabah. Program ini didukung oleh perluasan lahan irigasi teknis hingga ribuan hektare, termasuk di wilayah tadah hujan yang kini teraliri air lebih baik. Di Kecamatan Terisi, yang merupakan salah satu sentra pertanian padi, kegiatan seperti ini menjadi kunci untuk menjaga kualitas dan kuantitas hasil panen, terutama di tengah tantangan perubahan iklim dan fluktuasi harga input pertanian.
Peran Babinsa dalam pendampingan pertanian sejalan dengan tugas pokok TNI AD untuk membantu pembangunan di wilayah pedesaan. Di Koramil 1613/Terisi, pendampingan serupa sering dilakukan, seperti yang sebelumnya dilakukan Babinsa lain di desa-desa sekitar untuk meningkatkan produksi dan mengurangi kerugian petani akibat hama. Hal ini juga mendukung upaya nasional menjaga stabilitas pasokan beras, di mana harga beras di Indramayu saat ini relatif terkendali meski ada tren kenaikan tipis menjelang Ramadan 2026, dengan beras medium berkisar Rp13.000–Rp14.000 per kg di pasar-pasar tradisional.
Masyarakat Desa Cikawung dan sekitarnya mengapresiasi kehadiran Serda Wawan Gunawan yang selalu sigap membantu. Kegiatan ini diharapkan menjadi contoh bagi daerah lain, di mana kolaborasi antara Babinsa, petani, dan pemerintah daerah dapat terus ditingkatkan untuk mewujudkan swasembada pangan dan kesejahteraan petani. Dengan pendampingan rutin seperti ini, petani di Terisi optimistis menghadapi musim panen mendatang dengan hasil yang lebih melimpah dan berkualitas.
