HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Serka F. Apik Razia Harga Bahan Pokok di Rajasinga Terisi, Beras Stabil Rp13.000/kg, Cabe Rawit Meroket Rp80.000/kg! Warga Diminta Waspada Lonjakan Jelang Puasa


Indramayu – Babinsa Koramil 1613/Terisi kembali turun ke lapangan untuk memantau stabilitas harga kebutuhan pokok masyarakat. Serka F. Apik, anggota Koramil tersebut, melaksanakan kegiatan monitoring dan pengecekan harga bahan pokok secara langsung di Desa Rajasinga Blok Terisi, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, pada Sabtu, 14 Februari 2026, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini bertujuan mendeteksi dini potensi kenaikan harga sembako, terutama menjelang bulan Ramadhan yang semakin dekat. Serka F. Apik mendatangi toko kelontong dan pasar tradisional setempat, berbincang dengan pedagang, serta mencatat harga terkini untuk 10 komoditas utama yang menjadi indikator inflasi pangan.

Berikut rincian harga bahan pokok yang tercatat pada hari itu:

1. Beras : Rp13.000/kg  
2. Minyak goreng (Migor) : Rp16.000/kg  
3. Telur ayam : Rp30.000/kg  
4. Cabe rawit hijau : Rp80.000/kg  
5. Gula putih : Rp18.000/kg  
6. Cabe merah : Rp32.000/kg  
7. Bawang merah : Rp36.000/kg  
8. Bawang putih : Rp38.000/kg  
9. Daging ayam : Rp35.000/kg  
10. Daging sapi : Rp135.000/kg  

Dari data tersebut, harga beras terpantau stabil di level Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng dan gula putih juga relatif terkendali. Namun, beberapa komoditas hortikultura dan protein hewani menunjukkan variasi signifikan. Cabe rawit hijau melonjak tinggi hingga Rp80.000/kg, diduga akibat curah hujan tinggi yang mengganggu panen di sentra produksi. Cabe merah dan bawang merah-putih juga terpantau naik dibandingkan minggu sebelumnya, sementara daging sapi berada di kisaran Rp135.000/kg yang masih dianggap tinggi bagi sebagian masyarakat.

Serka F. Apik menjelaskan bahwa monitoring seperti ini dilakukan secara rutin untuk menjaga daya beli warga dan mencegah praktik spekulasi harga. "Kami Babinsa hadir di pasar dan toko untuk memastikan harga tidak dimanipulasi. Jika ada lonjakan tidak wajar, kami segera laporkan ke rantai komando dan berkoordinasi dengan Satgas Pangan serta Dinas Perdagangan. Saat ini, harga cabe rawit memang paling mengkhawatirkan karena sangat memengaruhi kebutuhan harian masyarakat," ujar Serka F. Apik usai kegiatan.

Ia juga menghimbau pedagang untuk tetap transparan dan warga untuk bijak berbelanja serta melaporkan jika menemukan indikasi penimbunan atau permainan harga. "Mari kita jaga bersama stabilitas harga agar kebutuhan pokok tetap terjangkau, terutama bagi keluarga prasejahtera. Laporkan ke Babinsa atau aparat desa jika ada hal mencurigakan," tambahnya.

Pedagang di Pasar Rajasinga yang ditemui mengakui bahwa pasokan cabe rawit memang terbatas belakangan ini karena banjir di daerah penghasil. "Harga naik karena stok susah masuk, tapi kami jual sesuai harga beli agar pelanggan tetap datang," kata salah seorang pedagang sayur.

Kegiatan monitoring berjalan aman dan lancar tanpa kendala berarti. Serka F. Apik juga memanfaatkan kesempatan untuk mengingatkan warga agar tetap menjaga kebersihan lingkungan dan waspada terhadap genangan air yang berpotensi menjadi sarang nyamuk DBD di musim hujan ini.

Peran aktif Babinsa Koramil 1613/Terisi dalam memantau harga sembako menjadi bentuk nyata pengabdian TNI AD di tengah masyarakat. Di wilayah Terisi yang merupakan salah satu sentra pertanian dan perdagangan kecil, kehadiran Serka F. Apik diharapkan membantu menekan laju inflasi pangan dan menjaga stabilitas ekonomi rumah tangga.

Dengan data harga terkini ini, diharapkan pemerintah daerah dan Satgas Pangan Kabupaten Indramayu dapat segera mengambil langkah antisipatif, seperti operasi pasar murah atau distribusi bantuan sembako. Serka F. Apik dan rekan-rekannya siap terus memantau, memastikan harga bahan pokok di Terisi tetap terkendali dan terjangkau bagi seluruh warga.
Posting Komentar