HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Serka Muksin Temukan Lonjakan Harga Sembako di Warung Kasirih Krangkeng, Daging Sapi Tembus Rp150.000 Jelang Ramadan 2026!


Indramayu – Antisipasi gejolak harga bahan pokok menjelang Ramadan 1447 H/2026 semakin intens. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, **Serka Muksin**, turun langsung ke lapangan untuk memantau harga sembako di Warung "Kasirih", Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Minggu (22/2/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan monitoring ini menjadi bukti komitmen TNI AD dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang rentan terhadap fluktuasi harga. Serka Muksin, yang dikenal aktif mendampingi warga Desa Tegalmulya dan sekitarnya, memeriksa langsung daftar harga di warung tersebut untuk mendeteksi potensi kenaikan yang bisa membebani ibu rumah tangga menjelang puasa.

Hasil pantauan menunjukkan kondisi harga di Krangkeng cenderung mengalami kenaikan pada beberapa komoditas strategis dibandingkan tren di wilayah lain Indramayu. Beras tetap stabil di Rp15.800 per kilogram, menjadi salah satu yang relatif terkendali. Minyak goreng juga bertahan di Rp16.000 per kilogram, serta daging ayam Rp38.000 per kilogram dan jagung Rp11.000 per kilogram, semuanya dalam status tetap.

Namun, lonjakan terlihat jelas pada protein hewani dan bumbu dapur. Telur ayam melonjak ke Rp38.000 per kilogram (naik), daging sapi premium mencapai Rp150.000 per kilogram (naik), gula pasir Rp16.000 per kilogram (naik), bawang merah Rp48.000 per kilogram (naik), bawang putih Rp42.000 per kilogram (naik), serta kacang kedelai Rp19.000 per kilogram (naik).

Kondisi ini sejalan dengan tren kenaikan harga sembako di Kabupaten Indramayu belakangan ini. Pantauan media di Pasar Baru Indramayu menunjukkan daging ayam naik hingga Rp40.000 per kilogram dan telur ayam Rp30.500 per kilogram, sementara di beberapa kecamatan lain seperti Terisi, beras lebih murah di Rp13.000 per kilogram tapi cabe rawit tembus Rp80.000. Di Krangkeng sendiri, harga bawang merah dan bawang putih berada di level tinggi, mencerminkan tekanan pasokan musiman menjelang Ramadan.

Serka Muksin melaporkan bahwa selama kegiatan berlangsung, situasi tetap tertib dan aman tanpa adanya indikasi permainan harga atau kelangkaan barang. "Kami terus memantau agar masyarakat tidak terbebani berlebih, terutama untuk kebutuhan puasa," ujarnya.

Masyarakat Krangkeng mengapresiasi kehadiran Babinsa. Seorang warga Desa Srengseng mengatakan, "Pantauan rutin seperti ini membuat kami lebih tenang, tahu harga terkini dan bisa mengatur belanja."

Upaya ini mendukung program pemerintah daerah melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar rutin di berbagai kecamatan, menawarkan harga lebih rendah seperti daging sapi Rp105.000/kg dan telur Rp28.000/kg di titik-titik tertentu. Satgas Pangan Indramayu juga terus mengawasi agar tidak ada pelanggaran HET, dengan ancaman sanksi bagi pedagang nakal.

Dengan monitoring intensif dari Babinsa seperti Serka Muksin, diharapkan stabilitas harga di Krangkeng dapat lebih terjaga. Jajaran Dandim 0616/Indramayu terus mendorong anggota Koramil untuk aktif di lapangan, memastikan ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat terjaga menjelang bulan suci.

Kegiatan semacam ini menjadi contoh nyata sinergi TNI dan masyarakat dalam menghadapi tantangan ekonomi musiman. Pantauan akan dilanjutkan secara berkala untuk mendeteksi gejolak lebih awal dan menjaga agar Ramadan berjalan lancar tanpa beban harga berlebih.
Posting Komentar