KOPKA KADILAN TURUN KE PASAR! HARGA TELUR, DAGING SAPI, DAN BAWANG MEROKET DI PASAR SINGAKERTA
INDRAMAYU – Kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok mulai terasa di wilayah Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu. Untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Kopka Kadilan, turun langsung melakukan monitoring di PD Pasar Singakerta, Rabu (18/2/2026) pagi.
Kegiatan pemantauan yang dimulai pukul 08.30 WIB itu dilakukan sebagai langkah antisipatif dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan yang biasanya diikuti peningkatan permintaan bahan pokok.
Dalam hasil monitoring tersebut, ditemukan beberapa komoditas mengalami kenaikan harga, meski sebagian lainnya masih terpantau stabil.
Untuk komoditas beras, harga tercatat Rp12.000 per kilogram dan terpantau dalam kondisi stabil. Minyak goreng juga masih bertahan di harga Rp16.000 per kilogram tanpa perubahan signifikan. Begitu pula dengan daging ayam yang dijual Rp38.000 per kilogram dan relatif tetap.
Namun, sejumlah komoditas lain mengalami kenaikan. Telur ayam kini menyentuh Rp38.000 per kilogram dan tercatat mengalami kenaikan dibanding sebelumnya. Daging sapi juga mengalami lonjakan harga menjadi Rp150.000 per kilogram.
Tak hanya itu, gula pasir kini berada di angka Rp16.000 per kilogram dengan tren naik. Komoditas bumbu dapur pun ikut terdampak. Bawang merah dijual Rp48.000 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp42.000 per kilogram, keduanya mengalami kenaikan harga.
Sementara itu, kacang kedelai tercatat Rp19.000 per kilogram dan jagung Rp11.000 per kilogram, dengan kecenderungan harga naik.
Kopka Kadilan menyampaikan bahwa monitoring ini bertujuan untuk mengetahui secara langsung perkembangan harga di lapangan sekaligus memastikan tidak terjadi lonjakan yang tidak wajar atau praktik penimbunan barang.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial, untuk memantau kondisi ekonomi masyarakat dan memastikan situasi tetap kondusif,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia juga menambahkan bahwa secara umum aktivitas jual beli di Pasar Singakerta berjalan normal. Pasokan bahan pokok masih tersedia dan tidak ditemukan adanya kelangkaan yang signifikan.
Meski demikian, kenaikan harga pada beberapa komoditas menjadi perhatian khusus. Terlebih komoditas seperti telur, gula, bawang, dan daging sapi merupakan kebutuhan utama masyarakat sehari-hari.
Langkah monitoring yang dilakukan Babinsa ini mendapat respons positif dari para pedagang. Mereka mengaku senang karena aparat turut memperhatikan kondisi pasar dan harga barang.
“Kami berharap harga bisa kembali stabil, apalagi menjelang Ramadhan biasanya permintaan meningkat,” ujar salah satu pedagang di Pasar Singakerta.
Selama kegiatan berlangsung, situasi pasar terpantau tertib dan aman. Tidak ditemukan gejolak maupun kepanikan pembeli akibat kenaikan harga tersebut.
Pemantauan harga sembako ini merupakan bagian dari komitmen TNI AD melalui aparat kewilayahan untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.
Dengan adanya monitoring rutin seperti ini, diharapkan fluktuasi harga dapat segera terdeteksi dan dikoordinasikan dengan instansi terkait apabila diperlukan langkah pengendalian lebih lanjut.
Kenaikan harga sejumlah bahan pokok ini menjadi sinyal penting bagi seluruh pemangku kepentingan agar terus menjaga keseimbangan pasokan dan distribusi. Masyarakat pun diimbau tetap tenang dan bijak dalam berbelanja, serta tidak melakukan pembelian berlebihan.
Turunnya Babinsa ke pasar tradisional menjadi bukti nyata bahwa pengawasan harga kebutuhan pokok bukan hanya tugas dinas perdagangan semata, melainkan tanggung jawab bersama demi menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat.
