Pelda Sebagja Kawal Langsung LTT 700 Bata di Lelea, Perkuat Ketahanan Pangan Indramayu
INDRAMAYU — Komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan melalui aksi nyata di lapangan. Pelda Sebagja, anggota Koramil 1612/Lelea, turun langsung mendampingi kegiatan Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Desa Cempeh, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, Kamis (12/2/2026).
Pendampingan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB tersebut menyasar lahan persawahan milik Bapak Carkana seluas 700 bata di Blok Mijen. Pada musim tanam pertama (MT I) tahun ini, lahan tersebut ditanami varietas padi Kebo/Inpara yang dikenal memiliki produktivitas baik dan relatif tahan terhadap kondisi lahan tertentu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pendampingan pertanian yang secara konsisten dilakukan aparat teritorial, khususnya Babinsa, guna mendorong peningkatan luas tanam serta menjaga produktivitas pertanian di wilayah binaan. Kecamatan Lelea sendiri dikenal sebagai salah satu sentra produksi padi di Kabupaten Indramayu.
Pelda Sebagja mengatakan, pendampingan LTT tidak sekadar hadir secara simbolis, tetapi memastikan proses tanam berjalan optimal, mulai dari kesiapan lahan, ketersediaan benih, hingga koordinasi dengan kelompok tani setempat.
“Pendampingan ini merupakan bentuk dukungan kami terhadap para petani agar proses tanam berjalan lancar dan target luas tambah tanam dapat tercapai sesuai rencana,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, peningkatan luas tanam menjadi salah satu strategi penting dalam menjaga stabilitas produksi beras, terutama pada musim tanam pertama yang sangat menentukan capaian panen di awal tahun. Dengan luas lahan 700 bata, diharapkan hasil panen nantinya mampu berkontribusi terhadap pasokan gabah di wilayah Lelea dan sekitarnya.
Varietas Kebo/Inpara yang ditanam di lahan tersebut dipilih karena dinilai sesuai dengan karakteristik lahan di Blok Mijen. Selain memiliki potensi hasil yang cukup tinggi, varietas ini juga adaptif terhadap kondisi lingkungan tertentu, sehingga diharapkan mampu memberikan hasil optimal.
Pendampingan oleh aparat TNI di sektor pertanian bukan hal baru. Selama ini, Babinsa berperan aktif dalam mendukung program pemerintah di bidang swasembada pangan. Mulai dari pengolahan lahan, tanam, perawatan, hingga masa panen, kehadiran Babinsa menjadi penyemangat sekaligus penghubung antara petani dan instansi terkait.
Kehadiran Pelda Sebagja di tengah aktivitas tanam juga mendapat apresiasi dari petani setempat. Dukungan moril serta koordinasi yang terjalin dinilai mampu meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahan pertanian mereka.
“Kami merasa terbantu dengan adanya pendampingan. Selain memberi motivasi, juga membantu dalam koordinasi jika ada kendala di lapangan,” ungkap salah satu petani di lokasi.
Selain memastikan target LTT tercapai, kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi hambatan di lapangan, seperti ketersediaan air irigasi, pupuk, maupun sarana produksi pertanian lainnya. Dengan pemantauan langsung, permasalahan dapat segera dikoordinasikan untuk dicarikan solusi bersama.
Secara umum, kegiatan pendampingan pertanian Luas Tambah Tanam (LTT) padi di Desa Cempeh berlangsung tertib dan aman. Proses tanam berjalan sesuai rencana tanpa kendala berarti.
Melalui langkah ini, Koramil 1612/Lelea menegaskan komitmennya dalam mendukung program ketahanan pangan nasional, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat tani. Dengan kolaborasi yang solid, diharapkan sektor pertanian di Kabupaten Indramayu terus tumbuh dan memberikan kontribusi signifikan bagi ketersediaan pangan daerah maupun nasional.
