PASCA PILWU, TNI TURUN TANGAN! BABINSA LELEA AJAK WARGA TAHAN DIRI DAN AKTIFKAN POSKAMLING
INDRAMAYU – Pasca pelaksanaan pemilihan kuwu (Pilwu) di Desa Langgengsari, aparat teritorial bergerak cepat menjaga kondusivitas wilayah. Babinsa dari Koramil 1612/Lelea, jajaran Kodim 0616/Indramayu, turun langsung melaksanakan komunikasi sosial (komsos) bersama tokoh masyarakat, Kamis (26/2/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai pukul 09.50 WIB di Balai Desa Langgengsari, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu. Koptu Warmin selaku Babinsa Desa Langgengsari berdialog langsung dengan sejumlah tokoh masyarakat, di antaranya Bapak Darsono dan Bapak Dartam.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif guna meredam potensi gesekan sosial pasca kontestasi Pilwu. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan itu, Koptu Warmin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah persatuan warga.
“Kita semua adalah satu keluarga besar Desa Langgengsari. Pilihan boleh berbeda, tetapi persatuan dan kerukunan harus tetap dijaga,” tegasnya di hadapan para tokoh masyarakat.
Ia menekankan pentingnya menahan diri dari tindakan provokasi maupun penyebaran informasi yang belum tentu benar. Menurutnya, stabilitas keamanan desa menjadi tanggung jawab bersama, bukan hanya aparat semata.
Selain itu, Babinsa juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas wilayah dengan mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (poskamling). Ia mendorong agar aturan tamu wajib lapor 1x24 jam kembali ditegakkan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan.
“Keamanan desa harus kita jaga bersama. Poskamling perlu diaktifkan kembali agar lingkungan tetap terpantau dan aman,” ujarnya.
Tidak hanya soal keamanan umum, Koptu Warmin juga memberikan perhatian khusus terhadap generasi muda. Ia menghimbau para orang tua agar lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anaknya guna mencegah keterlibatan dalam aktivitas negatif, termasuk fenomena geng motor yang kerap meresahkan masyarakat.
Menurutnya, pengawasan keluarga menjadi benteng pertama dalam mencegah kenakalan remaja. Peran orang tua sangat penting untuk memastikan anak-anak tidak terjerumus dalam tindakan yang melanggar hukum maupun norma sosial.
Kegiatan komsos tersebut mendapat sambutan positif dari tokoh masyarakat. Bapak Darsono menyampaikan apresiasi atas kepedulian Babinsa yang hadir langsung di tengah masyarakat untuk memberikan arahan dan menyejukkan suasana pasca Pilwu.
“Kami siap mendukung imbauan Babinsa. Yang terpenting sekarang adalah menjaga kerukunan dan keamanan desa,” ungkapnya.
Sebagai aparat kewilayahan, Babinsa memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas sosial di desa binaan. Melalui pendekatan persuasif dan dialog langsung, berbagai potensi konflik dapat dicegah sejak dini.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Pertemuan berjalan lancar tanpa adanya ketegangan, mencerminkan semangat kebersamaan yang tetap terjaga di Desa Langgengsari.
Dengan adanya komsos ini, Koramil 1612/Lelea menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai penjaga stabilitas dan perekat persatuan masyarakat. Di tengah dinamika politik desa, TNI memastikan bahwa keamanan dan kerukunan tetap menjadi prioritas utama demi terciptanya wilayah yang damai dan harmonis.
