PELDA TARJONI TURUN LANGSUNG! BABINSA KORAMIL 1617/GABUSWETAN KAWAL FOGGING CEGAH DBD DI DESA KROYA
Indramayu – Upaya pencegahan penyebaran Demam Berdarah Dengue (DBD) terus digencarkan di wilayah Kabupaten Indramayu. Babinsa Koramil 1617/Gabuswetan, Pelda Tarjoni, turun langsung melaksanakan pendampingan kegiatan fogging (pengasapan) di Blok Prapatan, Desa Kroya, Kecamatan Kroya, Jumat (13/2/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.
Kegiatan fogging tersebut dilakukan sebagai langkah cepat untuk mengendalikan populasi nyamuk dewasa, khususnya Aedes aegypti yang menjadi vektor penyebaran virus DBD. Pendampingan oleh Babinsa dilakukan guna memastikan kegiatan berjalan tertib, aman, serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat setempat.
Pelda Tarjoni mengatakan bahwa keterlibatan TNI dalam kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat sekaligus bagian dari tugas pembinaan teritorial di wilayah binaan.
“Fogging ini bertujuan untuk menekan dan mengendalikan populasi nyamuk dewasa secara cepat, terutama dalam upaya pencegahan dan penanggulangan penyakit Demam Berdarah Dengue. Kami hadir untuk mendampingi dan memastikan kegiatan berjalan lancar serta masyarakat merasa aman,” ujarnya di sela kegiatan.
Kegiatan pengasapan dilakukan menyasar area permukiman warga di Blok Prapatan yang dinilai berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk. Asap putih dari mesin fogging tampak menyelimuti gang-gang kecil dan halaman rumah warga, sebagai upaya membunuh nyamuk dewasa yang bersembunyi di sudut-sudut rumah.
Selain fogging, warga juga diimbau untuk tetap menerapkan pola hidup bersih dan sehat melalui gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mendaur ulang barang-barang yang dapat menampung air. Upaya tersebut dinilai penting karena fogging hanya membunuh nyamuk dewasa, sementara jentik nyamuk tetap harus diberantas melalui kebersihan lingkungan.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, di antaranya Babinsa Desa Kroya Pelda Tarjoni, tim tenaga kesehatan lingkungan dari Puskesmas Kroya yang dipimpin oleh Yunus, Raksa Bumi Desa Kroya Santo, serta partisipasi aktif masyarakat setempat.
Tim kesehatan dari Puskesmas Kroya turut memberikan edukasi kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan mengenali gejala awal DBD. Edukasi tersebut menjadi bagian penting dari upaya preventif agar masyarakat lebih waspada dan cepat mengambil tindakan apabila menemukan gejala yang mengarah pada penyakit tersebut.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan kesehatan masyarakat seperti ini menunjukkan sinergi antara TNI, tenaga kesehatan, dan pemerintah desa dalam menjaga kesejahteraan warga. Pendampingan yang dilakukan juga bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat serta memperkuat kolaborasi lintas sektor.
Selama pelaksanaan kegiatan, situasi terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif. Warga menyambut baik kegiatan fogging tersebut dan berharap langkah ini dapat menekan potensi penyebaran DBD di wilayah mereka.
Dengan adanya pendampingan langsung dari aparat kewilayahan, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan penyakit semakin meningkat. Pelda Tarjoni menegaskan bahwa pihaknya siap terus bersinergi dengan instansi terkait demi menjaga kesehatan dan keselamatan warga binaan.
Langkah preventif seperti fogging dan edukasi kesehatan menjadi bukti nyata bahwa upaya menjaga ketahanan wilayah tidak hanya dilakukan melalui aspek keamanan, tetapi juga melalui perlindungan kesehatan masyarakat. Desa Kroya pun bergerak bersama, memperkuat komitmen melawan ancaman DBD demi terciptanya lingkungan yang sehat dan bebas penyakit.
