HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pembinaan Karang Taruna “Gading Juara”, Babinsa Koramil Sliyeg Dorong Pelestarian Seni Obrog yang Kondusif di Mekargading


Indramayu – Upaya pembinaan generasi muda terus dilakukan jajaran teritorial di Kabupaten Indramayu. Senin (23/2/2026) malam, anggota Koramil 1607/Sliyeg menghadiri kegiatan Pembinaan Kapasitas Organisasi Kepemudaan bersama Karang Taruna “Gading Juara” serta pelaku seni Obrog Safari dan remaja Desa Mekargading, Kecamatan Sliyeg.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Balai Desa Mekargading tersebut dihadiri Babinsa Desa Mekargading, Kopda Budi Utomo, mewakili Danramil 1607/Sliyeg jajaran Komando Distrik Militer 0616/Indramayu. Acara dimulai pukul 21.30 WIB dan berakhir pada pukul 23.15 WIB dalam keadaan aman dan lancar.

Selain Babinsa, kegiatan turut dihadiri Kuwu Desa Mekargading Sofyan Gunawan, Bhabinkamtibmas Desa Mekargading Aipda Ade Candra, perwakilan Satpol PP Sukirno, Lurah D. Danyan, Ketua Karang Taruna Karyadi, serta para Ketua RW dan RT setempat.

Dalam pembinaan tersebut, aparat dan pemerintah desa memberikan sejumlah arahan kepada para pemuda, khususnya pelaku seni Obrog. Seni Obrog yang menjadi tradisi turun-temurun di wilayah Indramayu dinilai sebagai bagian dari warisan budaya yang perlu dijaga dan dilestarikan.

Babinsa Kopda Budi Utomo menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas organisasi kepemudaan sekaligus memperkuat peran Karang Taruna dalam menjaga kondusivitas lingkungan.

“Obrog adalah bagian dari budaya nenek moyang yang harus kita jaga bersama. Namun dalam pelaksanaannya tetap harus memperhatikan keamanan, ketertiban, dan tidak menimbulkan gesekan,” ujarnya.

Dalam arahannya, para pelaku seni Obrog diimbau untuk tetap menjaga sikap saat berpapasan dengan kelompok Obrog lain di jalan. Mereka juga diminta tidak mudah terpancing emosi serta menghindari sikap arogan yang berpotensi memicu konflik antar kelompok.

Pemerintah desa menekankan bahwa tradisi Obrog bukan sekadar hiburan, melainkan ajang kreativitas bermusik bagi generasi muda. Kegiatan ini biasanya dilakukan pada dini hari dengan berkeliling kampung menggunakan alat musik tradisional maupun modern seperti gitar, kendang, dan sound system.

Ketua Karang Taruna “Gading Juara”, Karyadi, menyambut baik kegiatan pembinaan tersebut. Ia menyatakan bahwa Karang Taruna siap menjadi wadah positif bagi para pemuda dalam menyalurkan bakat seni sekaligus mempererat tali silaturahmi antarwarga.

“Kami ingin Obrog tetap menjadi kebanggaan desa, bukan sumber masalah. Dengan pembinaan ini, kami semakin paham pentingnya menjaga etika dan komunikasi dengan kelompok lain,” katanya.

Kuwu Desa Mekargading, Sofyan Gunawan, juga menegaskan komitmen pemerintah desa dalam mendukung kegiatan kepemudaan yang positif. Menurutnya, sinergi antara aparat TNI-Polri, pemerintah desa, dan organisasi kepemudaan sangat penting dalam menjaga stabilitas sosial di tengah masyarakat.

“Anak muda adalah aset desa. Jika diarahkan dengan baik, mereka bisa menjadi motor penggerak pelestarian budaya sekaligus penjaga keamanan lingkungan,” ujarnya.

Kegiatan pembinaan kapasitas ini sekaligus menjadi forum dialog antara aparat dan pemuda desa. Berbagai masukan dan saran disampaikan untuk memastikan pelaksanaan tradisi Obrog tetap berjalan sesuai norma sosial dan aturan yang berlaku.

Dengan adanya pendampingan dari aparat kewilayahan, diharapkan Karang Taruna “Gading Juara” mampu menjadi contoh organisasi kepemudaan yang aktif, kreatif, dan bertanggung jawab. Pelestarian seni Obrog pun diharapkan tetap menjadi identitas budaya Desa Mekargading tanpa mengganggu ketertiban umum.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Pembinaan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menjaga harmoni sosial serta memperkuat peran generasi muda dalam membangun desa.

Posting Komentar