HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Kopka Kadilan Turun Langsung, Harga Sembako di Krangkeng Bergejolak! Daging hingga Bawang Kompak Naik


Indramayu – Pergerakan harga kebutuhan pokok di wilayah Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, kembali menjadi sorotan. Anggota Koramil 1610/Krangkeng, Kopka Kadilan, turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring harga sembako di Pasar Singakerta, Desa Singakerta, Senin (22/3/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan stabilitas harga bahan pokok di tengah masyarakat. Dari hasil pemantauan, sejumlah komoditas penting tercatat mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, meskipun ada juga beberapa yang relatif stabil bahkan menurun.

“Monitoring ini rutin kami lakukan untuk memastikan kondisi harga sembako di pasar tetap terpantau, serta memberikan informasi terkini kepada pimpinan dan instansi terkait,” ujar Kopka Kadilan di sela kegiatan.

Berdasarkan data yang dihimpun di Pasar Singakerta, harga beras justru mengalami penurunan menjadi Rp12.000 per kilogram. Namun, kondisi berbeda terjadi pada sejumlah bahan pokok lainnya. Harga minyak goreng terpantau stabil di angka Rp17.000 per kilogram.

Sementara itu, lonjakan harga terjadi pada komoditas protein hewani. Telur ayam kini dijual seharga Rp29.000 per kilogram, naik dibandingkan sebelumnya. Daging ayam juga mengalami kenaikan menjadi Rp40.000 per kilogram, sedangkan daging sapi menembus Rp130.000 per kilogram.

Tidak hanya itu, bahan kebutuhan dapur lainnya seperti gula pasir ikut mengalami kenaikan menjadi Rp16.000 per kilogram. Komoditas hortikultura pun menunjukkan tren serupa, dengan harga bawang merah mencapai Rp48.000 per kilogram dan bawang putih Rp42.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada komoditas pelengkap seperti kacang kedelai yang kini berada di harga Rp19.000 per kilogram, serta jagung yang naik menjadi Rp11.000 per kilogram.

Salah satu pedagang di Pasar Singakerta, Siti (45), mengungkapkan bahwa kenaikan harga sudah terjadi dalam beberapa pekan terakhir. Menurutnya, faktor distribusi dan pasokan menjadi penyebab utama.

“Sudah beberapa minggu ini harga naik terus, terutama bawang sama daging. Pembeli jadi agak berkurang karena mereka menyesuaikan pengeluaran,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh warga setempat, Ahmad (38), yang mengaku harus lebih cermat dalam mengatur belanja rumah tangga. “Sekarang belanja harus dipilih-pilih. Yang penting saja dulu, karena harga banyak yang naik,” ujarnya.

Kopka Kadilan menegaskan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat bukan hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga memantau kondisi sosial ekonomi warga. Ia juga berharap adanya langkah konkret dari pihak terkait untuk menjaga stabilitas harga.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait agar kondisi ini bisa segera ditangani, sehingga tidak memberatkan masyarakat,” tegasnya.

Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di Pasar Singakerta terpantau aman, tertib, dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan normal meskipun diwarnai keluhan masyarakat terkait kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok.

Dengan adanya pemantauan langsung oleh aparat kewilayahan, diharapkan perkembangan harga sembako dapat terus dikendalikan. Pemerintah daerah pun diharapkan segera mengambil langkah strategis guna menjaga daya beli masyarakat di tengah fluktuasi harga yang terus terjadi.

Posting Komentar