Babinsa Koptu Budiarso Turun ke Pasar Singakerta! Harga Telur hingga Daging Sapi Naik Jelang Lebaran di Indramayu
Indramayu — Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pemantauan harga kebutuhan pokok terus dilakukan oleh aparat kewilayahan guna memastikan stabilitas harga di tingkat masyarakat. Salah satu kegiatan monitoring dilakukan oleh Babinsa Koramil 1610/Krangkeng yang turun langsung ke pasar tradisional untuk mengecek kondisi harga sembako.
Pada Senin (16/3/2026) sekitar pukul 08.30 WIB hingga selesai, Babinsa Koramil 1610/Krangkeng Koptu Budiarso melaksanakan kegiatan monitoring harga bahan pokok di Pasar Desa Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD melalui Babinsa dalam memantau perkembangan situasi ekonomi masyarakat, khususnya terkait ketersediaan dan harga bahan kebutuhan pokok menjelang momen Lebaran.
Dalam kegiatan tersebut, Babinsa melakukan pengecekan langsung kepada sejumlah pedagang di pasar serta mencatat perkembangan harga berbagai komoditas penting yang biasa dibutuhkan masyarakat sehari-hari.
Babinsa Koramil 1610/Krangkeng Koptu Budiarso mengatakan bahwa monitoring ini dilakukan untuk mengetahui secara langsung kondisi harga bahan pokok di pasar tradisional, sekaligus sebagai upaya antisipasi jika terjadi lonjakan harga yang signifikan.
“Monitoring ini merupakan kegiatan rutin Babinsa untuk mengetahui perkembangan harga sembako di pasar. Apalagi menjelang Hari Raya Idul Fitri biasanya permintaan masyarakat meningkat sehingga perlu dilakukan pemantauan,” ujar Koptu Budiarso di sela kegiatan monitoring di Pasar Singakerta.
Dari hasil pemantauan di lapangan, sejumlah komoditas tercatat masih berada pada harga stabil, namun beberapa bahan pokok lainnya mengalami kenaikan harga dibandingkan sebelumnya.
Untuk komoditas beras, harga masih berada di kisaran Rp15.800 per kilogram dan terpantau stabil. Sementara minyak goreng dijual dengan harga sekitar Rp16.000 per kilogram dan juga belum mengalami perubahan harga.
Namun demikian, beberapa bahan pokok mengalami kenaikan harga. Telur ayam misalnya, saat ini dijual sekitar Rp38.000 per kilogram yang tercatat mengalami kenaikan. Komoditas daging sapi juga mengalami kenaikan harga dengan kisaran Rp150.000 per kilogram.
Harga gula pasir juga terpantau mengalami kenaikan dengan harga sekitar Rp16.000 per kilogram. Hal serupa juga terjadi pada komoditas bawang merah yang kini berada di harga Rp48.000 per kilogram serta bawang putih sekitar Rp42.000 per kilogram.
Selain itu, harga kacang kedelai juga mengalami kenaikan dengan harga sekitar Rp19.000 per kilogram. Sementara untuk komoditas jagung masih terpantau stabil dengan harga Rp11.000 per kilogram.
Adapun untuk daging ayam, harga masih berada di kisaran Rp38.000 per kilogram dan belum mengalami perubahan yang signifikan.
Menurut Koptu Budiarso, kenaikan beberapa komoditas tersebut masih dalam batas wajar dan belum terlalu mempengaruhi aktivitas jual beli di pasar.
“Kenaikan beberapa bahan pokok seperti telur, bawang, dan daging sapi masih dalam kategori wajar. Aktivitas perdagangan di pasar juga masih berjalan normal dan stok barang di pedagang masih tersedia,” jelasnya.
Selain melakukan pengecekan harga, Babinsa juga berdialog dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi pasokan barang serta mendengarkan keluhan yang mungkin dihadapi pedagang maupun masyarakat.
Ia juga mengimbau kepada para pedagang agar tetap menjaga stabilitas harga serta tidak melakukan praktik penimbunan bahan pokok yang dapat memicu kenaikan harga secara tidak wajar di pasaran.
Kegiatan monitoring harga sembako ini merupakan bagian dari upaya sinergi antara aparat kewilayahan dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat serta memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia di pasaran.
Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di Pasar Singakerta, Kecamatan Krangkeng, terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan lancar. Aktivitas jual beli masyarakat juga berjalan normal seperti biasanya.
