Babinsa Koptu Lukman Turun ke Sawah! Aksi Nyata Dampingi Petani Cikedung Bersihkan Gulma Demi Ketahanan Pangan Nasional
INDRAMAYU — Komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan nasional kembali terlihat melalui aksi nyata di lapangan. Babinsa Desa Cikedung, Koptu Lukman, turun langsung ke area persawahan membantu petani mencabut rumput dan gulma pada musim tanam (MT) I di Desa Cikedung, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan pendampingan pertanian tersebut dimulai sekitar pukul 09.00 WIB hingga selesai, bertempat di Blok 1 Desa Cikedung. Babinsa bersama petani melakukan pembersihan gulma di lahan persawahan milik Amrin dengan luas sekitar 200 bata.
Pendampingan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus dukungan TNI terhadap sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan nasional. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas petani menjadi bentuk nyata sinergi antara aparat dan masyarakat desa.
Di tengah hamparan sawah yang mulai memasuki fase pertumbuhan tanaman padi, Koptu Lukman terlihat ikut bekerja langsung bersama petani. Ia membantu mencabut gulma yang berpotensi menghambat pertumbuhan padi karena menyerap unsur hara yang seharusnya diterima tanaman utama.
Menurut Koptu Lukman, pembersihan gulma menjadi tahap penting dalam masa tanam karena sangat menentukan kualitas hasil panen. Jika tidak ditangani sejak dini, pertumbuhan padi dapat terganggu dan berdampak pada produktivitas pertanian.
“Kegiatan pendampingan ini bertujuan membantu petani agar tanaman padi tumbuh optimal. Kehadiran Babinsa diharapkan dapat memberikan semangat sekaligus mendorong peningkatan hasil panen,” ujarnya di sela kegiatan.
Petani pemilik lahan, Amrin, mengaku terbantu dengan kehadiran Babinsa yang ikut bekerja langsung di sawah. Ia menilai pendampingan tersebut tidak hanya meringankan pekerjaan, tetapi juga meningkatkan motivasi para petani dalam mengelola lahan pertanian.
“Kami merasa diperhatikan. Babinsa bukan hanya datang memantau, tetapi benar-benar ikut bekerja bersama petani,” ungkapnya.
Program pendampingan pertanian yang dilakukan Babinsa merupakan bagian dari upaya TNI AD dalam mendukung program pemerintah menjaga stabilitas pangan. Indramayu sendiri dikenal sebagai salah satu daerah lumbung padi di Jawa Barat sehingga keberhasilan musim tanam menjadi perhatian bersama.
Selain membantu pekerjaan teknis di lapangan, kegiatan ini juga menjadi sarana komunikasi sosial antara Babinsa dan masyarakat. Melalui interaksi langsung, aparat dapat mengetahui berbagai kendala yang dihadapi petani, mulai dari kondisi irigasi, hama tanaman, hingga kebutuhan pupuk.
Pendekatan humanis yang dilakukan Babinsa dinilai efektif mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat desa. Kehadiran aparat di sektor pertanian menunjukkan bahwa peran TNI tidak terbatas pada bidang pertahanan, tetapi juga mendukung kesejahteraan rakyat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan penuh kebersamaan. Warga yang melintas pun menyambut positif kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata kepedulian TNI terhadap sektor pertanian.
Pendampingan pertanian seperti ini rencananya akan terus dilakukan secara berkelanjutan selama musim tanam berlangsung. Tujuannya agar petani mendapatkan pendampingan langsung mulai dari pengolahan lahan hingga masa panen.
Melalui aksi turun langsung ke sawah, Koptu Lukman kembali menegaskan peran Babinsa sebagai penggerak pembangunan di desa binaan. Kehadirannya menjadi bukti bahwa TNI selalu berada di tengah rakyat, bekerja bersama demi menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat.
Langkah sederhana mencabut gulma di sawah Desa Cikedung pun menjadi simbol kuat kemanunggalan TNI dan rakyat — bekerja berdampingan demi panen yang lebih baik dan masa depan pertanian Indonesia yang lebih kuat.
