Babinsa Koramil Terisi turun langsung, harga kebutuhan pokok di Indramayu terpantau stabil
Indramayu — Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, pemantauan harga kebutuhan pokok terus dilakukan di berbagai wilayah. Di Kabupaten Indramayu, Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serma Sanudin, turun langsung melakukan monitoring harga sembako di wilayah binaannya guna memastikan stabilitas harga di tingkat masyarakat.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Rabu pagi sekitar pukul 08.30 WIB di salah satu toko milik warga, yakni Toko Ibu Cutiah yang berlokasi di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung. Monitoring ini menjadi bagian dari upaya pengawasan terhadap fluktuasi harga bahan pokok yang biasanya meningkat menjelang hari besar keagamaan.
Dalam pengecekan tersebut, Serma Sanudin melakukan pendataan langsung terhadap sejumlah komoditas penting yang menjadi kebutuhan sehari-hari masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, harga kebutuhan pokok terpantau masih relatif stabil meskipun terdapat beberapa komoditas dengan harga yang cukup tinggi.
Untuk harga beras, tercatat berada di angka Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng dijual Rp17.000 per kilogram. Harga telur ayam berada di kisaran Rp33.000 per kilogram, sedangkan jagung Rp10.000 per kilogram.
Sementara itu, gula pasir juga berada di harga Rp17.000 per kilogram dan kacang kedelai Rp19.000 per kilogram. Untuk komoditas bumbu dapur, bawang merah tercatat Rp44.000 per kilogram dan bawang putih Rp40.000 per kilogram.
Adapun untuk sumber protein, harga daging ayam berada di angka Rp38.000 per kilogram, sedangkan daging sapi mencapai Rp135.000 per kilogram. Harga tersebut dinilai masih dalam batas wajar meskipun berpotensi mengalami perubahan mendekati puncak kebutuhan masyarakat saat Lebaran.
Serma Sanudin menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan harga bahan pokok bagi masyarakat. Selain itu, kehadiran Babinsa di tengah aktivitas ekonomi warga juga menjadi bentuk kepedulian terhadap kondisi sosial di wilayah binaan.
“Monitoring ini penting untuk mengetahui perkembangan harga secara langsung di lapangan, sehingga dapat segera dilaporkan jika terjadi lonjakan yang signifikan,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia juga mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat. Di sisi lain, masyarakat diharapkan dapat berbelanja secara bijak sesuai kebutuhan.
Kegiatan monitoring ini berlangsung dengan aman dan lancar tanpa adanya kendala berarti. Interaksi antara Babinsa dan pedagang juga berjalan baik, mencerminkan sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal.
Menjelang Lebaran, pengawasan terhadap harga kebutuhan pokok diperkirakan akan terus ditingkatkan guna mengantisipasi lonjakan permintaan. Langkah ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara ketersediaan barang dan daya beli masyarakat.
Dengan kondisi harga yang masih relatif stabil, masyarakat diharapkan tidak perlu panik dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pemerintah bersama aparat terkait akan terus berupaya menjaga situasi tetap kondusif hingga perayaan Idulfitri berlangsung.
