HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Pelda Sulaeman Bersama Tiga Pilar Bahas Seni Obrog dan Kenakalan Remaja di Majasih


INDRAMAYU — Sinergi TNI, Polri, dan pemerintah kecamatan kembali ditunjukkan dalam kegiatan monitoring desa binaan di Desa Majasih, Kecamatan Sliyeg, Kabupaten Indramayu, Senin (2/3/2026). Babinsa Majasih Koramil 1607/Sliyeg, Pelda Sulaeman, bersama Bhabinkamtibmas dan unsur Satpol PP melaksanakan anjangsana sekaligus diskusi membahas perkembangan situasi wilayah.

Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB tersebut berlangsung di kediaman Nurcaman, TU Desa Majasih, tepatnya di RT 10/2 Blok Pasih. Pertemuan digelar dalam rangka memonitor kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya terkait seni obrog serta kenakalan remaja tingkat SMP dan SMA.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bripka Dodi Irawan selaku Bhabinkamtibmas Majasih Polsek Sliyeg, Dwi Sutrisno sebagai Binwil Majasih Kecamatan Sliyeg, Taridi selaku perwakilan Desa Majasih, serta Nurcaman selaku TU Desa Majasih.

Dalam diskusi tersebut, Pelda Sulaeman menekankan pentingnya peran orang tua, tokoh masyarakat, serta aparat dalam mengarahkan generasi muda agar terhindar dari perilaku negatif. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondusivitas lingkungan.

“Kita perlu memberikan ruang bagi generasi muda untuk berkegiatan positif, termasuk dalam pelestarian seni tradisional seperti obrog, agar energi mereka tersalurkan dengan baik,” ujar Pelda Sulaeman.

Seni obrog sebagai salah satu kesenian tradisional daerah dinilai memiliki nilai budaya sekaligus menjadi wadah kreativitas bagi para pemuda. Namun demikian, diperlukan pengawasan dan pembinaan agar kegiatan tersebut tetap berjalan tertib dan tidak mengarah pada gangguan ketertiban umum.

Selain membahas seni obrog, pertemuan juga menyoroti fenomena kenakalan remaja di kalangan pelajar SMP dan SMA. Aparat mengimbau agar dilakukan pendekatan persuasif melalui pembinaan dan komunikasi intensif antara sekolah, orang tua, dan aparat kewilayahan.

Bripka Dodi Irawan menambahkan bahwa koordinasi lintas sektor sangat penting untuk mencegah potensi gangguan kamtibmas sejak dini. Dengan komunikasi yang baik, permasalahan dapat diselesaikan secara musyawarah sebelum berkembang lebih jauh.

Kegiatan anjangsana dan monitoring desa binaan ini berakhir pada pukul 11.50 WIB dalam keadaan aman dan lancar. Melalui sinergi tiga pilar di tingkat desa, diharapkan situasi Desa Majasih tetap kondusif serta generasi muda dapat tumbuh dalam lingkungan yang positif dan berbudaya.

Posting Komentar