Babinsa Serda Hadi Aryanto Pantau Langsung Harga Sembako Haurgeulis, Sejumlah Komoditas Turun tapi Telur dan Gula Justru Naik
INDRAMAYU — Pergerakan harga kebutuhan pokok di tingkat masyarakat terus menjadi perhatian aparat kewilayahan. Untuk memastikan stabilitas harga tetap terkendali, anggota Koramil 1615/Haurgeulis, Serda Hadi Aryanto, turun langsung melakukan pemantauan harga sembako di pasar daerah serta kios dan toko sembako di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Selasa (3/3/2026).
Kegiatan monitoring yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dilakukan sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus langkah deteksi dini terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok yang dapat berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat.
Serda Hadi Aryanto melakukan pengecekan langsung ke sejumlah kios dan toko sembako di desa binaan. Selain mencatat harga, ia juga berdialog dengan pedagang untuk mengetahui kondisi stok barang, distribusi pasokan, serta daya beli masyarakat.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya dinamika harga pada beberapa komoditas penting. Sebagian bahan pokok mengalami penurunan harga, namun beberapa lainnya justru mengalami kenaikan.
Harga beras medium yang sebelumnya berada di angka Rp13.200 per kilogram kini turun menjadi Rp13.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada bawang merah yang sebelumnya Rp35.000 per kilogram menjadi Rp30.000 per kilogram. Daging ayam turut mengalami penurunan harga dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Sementara itu, sejumlah komoditas tercatat stabil tanpa perubahan harga. Minyak goreng tetap berada di angka Rp17.000 per kilogram, jagung Rp13.000 per kilogram, kedelai lokal Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, serta daging sapi bertahan di harga Rp140.000 per kilogram.
Namun demikian, kenaikan harga terjadi pada beberapa kebutuhan pokok yang cukup berpengaruh terhadap pengeluaran rumah tangga. Harga gula pasir naik dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Selain itu, telur ayam juga mengalami kenaikan menjadi Rp32.000 per kilogram.
Menurut Serda Hadi Aryanto, kegiatan pemantauan ini bertujuan memastikan kondisi pasar tetap stabil sekaligus mencegah terjadinya lonjakan harga yang tidak wajar di tingkat pedagang.
“Kami melakukan pengecekan langsung untuk mengetahui perkembangan harga di lapangan serta memastikan kebutuhan masyarakat tetap tersedia dengan baik,” ujarnya saat monitoring berlangsung.
Ia juga mengimbau para pedagang agar tetap menjaga kestabilan harga dan tidak melakukan praktik penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat. Kehadiran Babinsa di pasar diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pengawasan pemerintah.
Para pedagang menyambut baik kegiatan pemantauan tersebut. Mereka menilai kehadiran aparat TNI membantu menjaga suasana pasar tetap kondusif serta menjadi sarana komunikasi apabila terdapat kendala distribusi barang.
Monitoring harga sembako menjadi salah satu langkah preventif yang rutin dilakukan aparat teritorial untuk menjaga stabilitas ekonomi wilayah. Informasi harga yang diperoleh di lapangan akan menjadi bahan laporan guna mendukung pengambilan kebijakan apabila terjadi kenaikan signifikan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Haurgeulis terpantau aman dan aktivitas jual beli berjalan normal tanpa gangguan.
Melalui kegiatan ini, Serda Hadi Aryanto kembali menunjukkan peran Babinsa sebagai garda terdepan TNI di tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan wilayah tetapi juga ikut mengawal stabilitas kebutuhan pokok rakyat.
Pemantauan rutin seperti ini diharapkan mampu menjaga keseimbangan harga pasar sekaligus memastikan masyarakat tetap dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan kondisi yang aman dan kondusif.
