HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Serka Ahyadi Sidak Harga Sembako di Cikedung, Daging Sapi Tembus Rp135 Ribu per Kilogram!


Indramayu – Kenaikan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian serius di wilayah Kabupaten Indramayu. Kali ini, Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serka Ahyadi, turun langsung melakukan monitoring dan pengecekan harga sembako di wilayah Desa Cikedunglor, Kecamatan Cikedung, Senin (23/3/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut dilaksanakan di salah satu pusat distribusi bahan pokok, yakni Toko Dewi. Monitoring ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan terhadap stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat tetap terjaga.

Dalam keterangannya, Serka Ahyadi menegaskan bahwa peran Babinsa tidak hanya terbatas pada aspek keamanan wilayah, tetapi juga mencakup pemantauan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.

“Kami rutin melakukan pengecekan harga kebutuhan pokok di wilayah binaan untuk memastikan perkembangan harga tetap terpantau dan tidak terjadi lonjakan yang memberatkan warga,” ujar Serka Ahyadi.

Hasil pemantauan menunjukkan bahwa sejumlah komoditas masih berada pada harga yang relatif tinggi, khususnya pada sektor protein hewani. Harga daging sapi tercatat mencapai Rp135.000 per kilogram, menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi di pasaran saat ini. Sementara itu, daging ayam berada di kisaran Rp38.000 per kilogram.

Selain itu, harga telur ayam juga mengalami kenaikan signifikan hingga menyentuh Rp33.000 per kilogram. Kondisi ini dikeluhkan masyarakat karena telur merupakan salah satu sumber protein utama yang paling banyak dikonsumsi sehari-hari.

Untuk kebutuhan pokok lainnya, harga beras berada di angka Rp13.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng terpantau stabil di harga Rp17.000 per kilogram. Gula pasir dijual dengan harga Rp17.000 per kilogram, sementara kacang kedelai berada di kisaran Rp19.000 per kilogram.

Komoditas bumbu dapur pun tidak luput dari kenaikan. Harga bawang merah tercatat Rp44.000 per kilogram dan bawang putih Rp40.000 per kilogram. Adapun jagung sebagai bahan pangan alternatif dijual dengan harga Rp10.000 per kilogram.

Pemilik Toko Dewi, Dewi (50), mengungkapkan bahwa fluktuasi harga saat ini sangat dipengaruhi oleh distribusi barang dari pemasok. Ia menyebut, kenaikan harga terjadi secara bertahap dalam beberapa waktu terakhir.

“Pasokan kadang tidak lancar, jadi harga ikut naik. Apalagi untuk daging dan telur, permintaan juga tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu warga, Rudi (41), mengaku harus mengatur ulang pengeluaran rumah tangga akibat kenaikan harga sejumlah bahan pokok. “Sekarang belanja harus lebih hemat, tidak bisa seperti biasanya karena harga banyak yang naik,” katanya.

Serka Ahyadi menambahkan bahwa pihaknya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait guna menyampaikan perkembangan harga di lapangan. Ia berharap ada langkah strategis untuk menjaga kestabilan harga dan meringankan beban masyarakat.

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah daerah agar harga bisa lebih stabil dan daya beli masyarakat tetap terjaga,” tegasnya.

Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan normal meskipun diwarnai kekhawatiran masyarakat terhadap tren kenaikan harga.

Dengan adanya pemantauan langsung oleh aparat kewilayahan, diharapkan kondisi harga kebutuhan pokok di wilayah Cikedung dapat terus dikendalikan. Upaya ini menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di tengah dinamika harga yang terus berubah.

Posting Komentar