Babinsa Serka Castra Bergerak Cepat! Harga Sembako di Terisi Fluktuatif, Daging hingga Bawang Jadi Sorotan
Indramayu – Dinamika harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian serius aparat kewilayahan. Di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang terus diuji oleh kenaikan sejumlah komoditas, Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serka Castra, turun langsung melakukan monitoring dan pengecekan harga sembako di wilayah binaannya.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Selasa (17/3/2026) mulai pukul 08.30 WIB di Toko Azmi, Desa Plosokerep, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TNI AD dalam menjaga stabilitas wilayah, khususnya terkait ketersediaan dan keterjangkauan harga kebutuhan pokok masyarakat.
Hasil pemantauan di lapangan menunjukkan bahwa harga sejumlah komoditas masih mengalami fluktuasi. Beberapa bahan pokok terpantau stabil, namun tidak sedikit pula yang menunjukkan tren kenaikan yang patut diwaspadai.
Harga beras tercatat berada di angka Rp13.000 per kilogram, relatif lebih rendah dibandingkan beberapa wilayah lain dan masih tergolong stabil. Namun, minyak goreng justru berada di angka Rp17.000 per kilogram, menunjukkan adanya perbedaan harga antar wilayah yang dipengaruhi oleh distribusi dan pasokan.
Sementara itu, telur ayam dijual dengan harga Rp33.000 per kilogram. Komoditas ini menjadi salah satu indikator penting karena sering mengalami perubahan harga dalam waktu singkat. Jagung sebagai bahan pangan alternatif juga berada di harga Rp10.000 per kilogram dan masih tergolong stabil.
Kenaikan harga terlihat pada beberapa komoditas dapur utama. Gula pasir kini berada di angka Rp17.000 per kilogram, sedangkan kacang kedelai mencapai Rp19.000 per kilogram. Dua bahan ini menjadi kebutuhan penting, terutama bagi pelaku usaha kecil dan rumah tangga.
Yang cukup mencolok adalah harga bawang merah yang mencapai Rp44.000 per kilogram dan bawang putih di angka Rp40.000 per kilogram. Kenaikan harga bumbu dapur ini kerap menjadi beban tambahan bagi masyarakat karena penggunaannya yang hampir setiap hari.
Di sektor protein hewani, harga daging ayam terpantau di angka Rp38.000 per kilogram, sementara daging sapi mencapai Rp135.000 per kilogram. Meski belum menyentuh angka tertinggi, tren ini tetap menjadi perhatian karena berpotensi naik sewaktu-waktu.
Kegiatan monitoring yang dilakukan oleh Serka Castra berlangsung dalam kondisi aman, tertib, dan lancar. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya memberikan rasa aman, tetapi juga menjadi jembatan informasi antara kondisi lapangan dengan pengambil kebijakan.
Langkah proaktif ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam mendukung pemerintah daerah menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi guna mengantisipasi lonjakan harga yang lebih tinggi di kemudian hari.
Warga setempat menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka berharap adanya perhatian berkelanjutan dari aparat dan pemerintah agar harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau, terutama menjelang periode-periode tertentu yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan.
Dengan adanya pengawasan rutin seperti ini, potensi gejolak harga dapat ditekan sejak dini. Sinergi antara aparat teritorial, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan pasar serta memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang wajar.
Situasi di wilayah Terisi yang masih kondusif menjadi bukti bahwa monitoring langsung di lapangan sangat efektif. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dilakukan secara berkesinambungan demi menjaga ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya di Kabupaten Indramayu.
