HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Serka Muksin Turun Langsung! Harga Sembako di Indramayu Bergejolak, Warga Mulai Tertekan


Indramayu – Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi sorotan. Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, aparat kewilayahan dari TNI turun langsung memastikan kondisi di lapangan tetap terkendali. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Muksin, melaksanakan monitoring harga sembako di Warung Kasirih, Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Selasa (17/3/2026) pagi.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya pengawasan stabilitas harga bahan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Dari hasil pemantauan di lapangan, ditemukan sejumlah komoditas mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, meskipun sebagian lainnya masih relatif stabil.

Harga beras sebagai komoditas utama tercatat masih berada di angka Rp15.800 per kilogram dan belum mengalami perubahan. Begitu pula minyak goreng yang tetap bertahan di harga Rp16.000 per kilogram. Stabilnya harga dua komoditas ini sedikit memberikan napas lega bagi masyarakat, mengingat keduanya merupakan kebutuhan harian yang sangat vital.

Namun, kondisi berbeda terlihat pada sejumlah bahan pokok lainnya. Telur ayam kini naik menjadi Rp38.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada daging sapi yang menembus Rp150.000 per kilogram, menunjukkan tren peningkatan yang perlu diwaspadai. Sementara itu, daging ayam masih bertahan di angka Rp38.000 per kilogram tanpa perubahan.

Lonjakan harga juga terjadi pada komoditas dapur lainnya. Gula pasir naik menjadi Rp16.000 per kilogram. Bawang merah kini berada di harga Rp48.000 per kilogram, sementara bawang putih mencapai Rp42.000 per kilogram. Kacang kedelai pun ikut mengalami kenaikan menjadi Rp19.000 per kilogram.

Di sisi lain, harga jagung terpantau stabil di angka Rp11.000 per kilogram, menjadi salah satu komoditas yang belum terdampak gejolak harga dalam beberapa waktu terakhir.

Kenaikan harga sejumlah bahan pokok ini diduga dipengaruhi oleh faktor distribusi, pasokan dari daerah produsen, hingga fluktuasi permintaan di pasar. Kondisi ini menjadi perhatian serius, terutama menjelang momen-momen tertentu yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan masyarakat.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan monitoring berlangsung tertib, aman, dan lancar. Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat tidak hanya sebagai aparat keamanan, tetapi juga sebagai ujung tombak dalam menjaga stabilitas wilayah, termasuk dalam aspek ekonomi kerakyatan.

Langkah yang dilakukan oleh Serka Muksin ini merupakan bagian dari komitmen TNI dalam membantu pemerintah daerah memantau kondisi riil di lapangan. Informasi yang diperoleh diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam mengambil kebijakan yang tepat guna menekan laju kenaikan harga.

Masyarakat Desa Srengseng sendiri menyambut baik kegiatan tersebut. Mereka berharap adanya perhatian dari berbagai pihak agar harga kebutuhan pokok dapat kembali stabil dan terjangkau. Kenaikan harga yang terus terjadi dikhawatirkan akan semakin membebani ekonomi rumah tangga, khususnya bagi kalangan menengah ke bawah.

Dengan adanya monitoring rutin seperti ini, diharapkan potensi lonjakan harga dapat diantisipasi sejak dini. Sinergi antara aparat, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga kestabilan harga serta memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dengan harga yang wajar.

Situasi yang masih terkendali di wilayah Krangkeng menjadi bukti bahwa pengawasan aktif di lapangan sangat diperlukan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dilakukan secara berkelanjutan guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat di Kabupaten Indramayu.

Posting Komentar