HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Sertu Kadani Turun Langsung ke Pasar Singakerta, Harga Sembako Bergejolak: Daging dan Bawang Kompak Naik!


Indramayu – Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi sorotan. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Sertu Kadani, turun langsung melakukan monitoring harga sembako di PD Pasar Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Rabu (4/3/2026) pagi. Hasil pemantauan menunjukkan sejumlah komoditas strategis mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, meski beberapa bahan pokok lainnya masih terpantau stabil bahkan turun.

Kegiatan monitoring yang dimulai pukul 08.30 WIB tersebut dilakukan sebagai bentuk pengawasan wilayah sekaligus memastikan stabilitas harga pangan tetap terkendali di tengah dinamika kebutuhan masyarakat. Kehadiran Babinsa di pasar tradisional juga menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gejolak ekonomi masyarakat bawah.

Sertu Kadani mengatakan pemantauan harga sembako rutin dilakukan guna mengetahui kondisi riil di lapangan serta menjaga kestabilan distribusi bahan pangan. Dari hasil pengecekan langsung kepada para pedagang, ditemukan adanya tren kenaikan harga pada sejumlah komoditas utama.

“Hasil monitoring menunjukkan beberapa bahan pokok mengalami kenaikan harga, terutama komoditas protein dan bumbu dapur. Namun secara umum aktivitas jual beli berjalan normal dan situasi pasar tetap aman serta kondusif,” ujarnya di sela kegiatan.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, harga beras justru mengalami penurunan menjadi Rp12.000 per kilogram. Penurunan ini disambut baik oleh masyarakat karena beras merupakan kebutuhan utama rumah tangga.

Sementara itu, harga minyak goreng masih bertahan stabil di angka Rp16.000 per kilogram. Stabilnya harga minyak goreng dinilai memberikan sedikit ruang napas bagi konsumen di tengah kenaikan komoditas lain.

Namun kondisi berbeda terlihat pada beberapa bahan pangan lainnya. Harga telur ayam tercatat naik menjadi Rp32.000 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada daging sapi yang kini menyentuh Rp150.000 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas dengan lonjakan harga paling terasa bagi masyarakat.

Harga gula pasir turut mengalami kenaikan menjadi Rp16.000 per kilogram. Tidak hanya itu, komoditas bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih juga menunjukkan tren peningkatan harga. Bawang merah kini dijual Rp43.000 per kilogram, sedangkan bawang putih mencapai Rp42.000 per kilogram.

Kenaikan harga juga terjadi pada kacang kedelai yang naik menjadi Rp19.000 per kilogram serta jagung yang berada di angka Rp11.000 per kilogram. Para pedagang mengaku kenaikan dipengaruhi faktor pasokan dan biaya distribusi yang meningkat dalam beberapa waktu terakhir.

Meski sejumlah harga naik, daging ayam masih relatif stabil di harga Rp36.000 per kilogram. Stabilitas ini dinilai membantu menjaga daya beli masyarakat, terutama menjelang meningkatnya kebutuhan konsumsi rumah tangga.

Monitoring yang dilakukan Babinsa mendapat respons positif dari para pedagang maupun pembeli. Kehadiran aparat kewilayahan dinilai mampu memberikan rasa aman sekaligus memastikan pemerintah terus memantau kondisi ekonomi masyarakat secara langsung.

Menurut Sertu Kadani, kegiatan monitoring harga sembako tidak hanya sebatas pendataan, tetapi juga sebagai sarana komunikasi sosial antara TNI dan masyarakat. Informasi yang diperoleh di lapangan nantinya akan dilaporkan sebagai bahan evaluasi bagi pimpinan dalam mengambil langkah antisipatif apabila terjadi lonjakan harga yang berpotensi membebani masyarakat.

“Babinsa harus selalu hadir di tengah masyarakat, termasuk memantau perkembangan harga kebutuhan pokok agar kondisi wilayah tetap kondusif,” tambahnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di PD Pasar Singakerta terpantau tertib, aman, dan aktivitas perdagangan berjalan lancar tanpa kendala berarti.

Dengan adanya monitoring rutin seperti ini, diharapkan stabilitas harga sembako di wilayah Kecamatan Krangkeng dapat terus terjaga serta pemerintah dapat lebih cepat mengambil langkah apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan di pasar tradisional.

Posting Komentar