Babinsa Terjun Langsung Pantau Harga Sembako di Terisi, Stabilitas Pangan Jadi Sorotan Serius
Indramayu — Upaya menjaga stabilitas harga bahan pokok terus dilakukan jajaran TNI di wilayah teritorial. Salah satunya ditunjukkan oleh Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serda Seoulistiyo Setiawan, yang turun langsung melakukan monitoring harga sembako di wilayah Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu, Senin (30/3/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut dilaksanakan di kios Blok Bojong, Desa Jatimulya. Monitoring ini merupakan bagian dari langkah antisipatif aparat kewilayahan dalam memastikan harga kebutuhan pokok masyarakat tetap stabil serta terjangkau, khususnya di tengah dinamika ekonomi yang kerap mengalami fluktuasi.
Dalam kegiatan tersebut, Serda Seoulistiyo Setiawan melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pedagang dan berinteraksi dengan pemilik kios untuk mendapatkan data riil terkait harga sembako di tingkat lapangan. Pendekatan humanis ini dinilai efektif dalam memperoleh informasi akurat sekaligus membangun komunikasi yang baik antara aparat dan pelaku usaha kecil.
Dari hasil pemantauan, harga bahan pokok di wilayah tersebut terpantau relatif stabil. Komoditas beras berada di angka Rp12.000 per kilogram, sementara minyak goreng dijual sekitar Rp20.000 per kilogram. Harga telur ayam tercatat Rp29.000 per kilogram, yang masih dalam kategori wajar di pasaran.
Untuk komoditas sayuran dan bumbu dapur, harga cabai rawit hijau mencapai Rp45.000 per kilogram, sedangkan cabai merah berada di kisaran Rp28.000 per kilogram. Bawang merah dijual Rp30.000 per kilogram, dan bawang putih Rp35.000 per kilogram. Sementara itu, gula putih berada pada harga Rp18.000 per kilogram.
Adapun untuk kebutuhan protein hewani, harga daging ayam tercatat Rp35.000 per kilogram, sedangkan daging sapi berada di angka Rp130.000 per kilogram. Secara umum, harga-harga tersebut dinilai masih dalam batas normal dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan.
Kegiatan monitoring ini menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat. Babinsa sebagai ujung tombak satuan teritorial memiliki peran strategis dalam mendeteksi dini potensi permasalahan di wilayah, termasuk terkait ketersediaan dan harga bahan pokok.
Selain melakukan pemantauan, Babinsa juga memberikan imbauan kepada para pedagang agar tetap menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat. Hal ini penting untuk menciptakan iklim perdagangan yang sehat dan berkeadilan.
Tak hanya itu, kehadiran Babinsa di tengah aktivitas ekonomi masyarakat juga memberikan rasa aman dan nyaman. Para pedagang mengaku merasa terbantu dengan adanya perhatian dari aparat, terutama dalam menjaga situasi pasar tetap kondusif.
Secara keseluruhan, kegiatan monitoring berjalan dengan aman, tertib, dan lancar tanpa kendala berarti. Situasi di lokasi terpantau kondusif, serta tidak ditemukan adanya gejolak harga yang berpotensi mengganggu stabilitas ekonomi masyarakat setempat.
Langkah proaktif seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar. Sinergi antara aparat kewilayahan dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat lokal.
