Babinsa Turun Langsung! Serka Hasrul Pantau Harga Sembako di Pasar Haurgeulis, Pastikan Stabilitas Pangan Warga Indramayu
INDRAMAYU – Peran aparat teritorial dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat kembali terlihat nyata. Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Serka Hasrul, turun langsung melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok masyarakat (sembako) di Pasar Daerah Haurgeulis serta sejumlah kios dan toko sembako di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi perekonomian masyarakat sekaligus memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau oleh warga. Pemantauan dilaksanakan mulai pukul 08.30 WIB hingga selesai dengan menyasar pedagang di area pasar tradisional serta toko sembako grosir di sekitar kawasan pasar.
Serka Hasrul mengatakan bahwa kegiatan monitoring harga sembako merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang rutin dilakukan oleh Babinsa di wilayah binaannya. Hal ini bertujuan untuk memantau langsung perkembangan harga di lapangan serta mengantisipasi potensi lonjakan harga yang dapat berdampak pada masyarakat.
“Kami turun langsung ke pasar untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan tidak terjadi lonjakan yang signifikan. Selain itu, kegiatan ini juga untuk mengetahui kondisi stok barang di tingkat pedagang,” ujar Serka Hasrul di sela kegiatan.
Dalam pemantauan tersebut, Babinsa berdialog langsung dengan para pedagang untuk mendapatkan informasi terkait harga serta ketersediaan berbagai komoditas sembako yang menjadi kebutuhan utama masyarakat sehari-hari.
Berdasarkan hasil pengecekan di sejumlah kios dan toko sembako grosir di sekitar Pasar Haurgeulis, sebagian besar harga kebutuhan pokok masih berada pada kondisi stabil. Beberapa komoditas bahkan mengalami penurunan harga dibandingkan sebelumnya.
Untuk komoditas beras medium, harga tercatat sebesar Rp13.500 per kilogram dan masih berada pada kategori harga tetap. Sementara itu minyak goreng dijual dengan harga Rp18.000 per kilogram dan juga terpantau stabil.
Komoditas jagung tercatat berada di harga Rp10.000 per kilogram, sedangkan kedelai lokal dijual dengan harga Rp8.000 per kilogram. Kedua komoditas tersebut juga tidak mengalami perubahan harga.
Harga gula pasir di Pasar Haurgeulis masih berada di angka Rp18.000 per kilogram dan masih dalam kondisi stabil. Begitu pula dengan telur ayam yang dijual dengan harga Rp27.000 per kilogram.
Untuk komoditas daging, harga daging sapi tercatat sebesar Rp140.000 per kilogram dan belum mengalami perubahan. Sementara itu daging ayam dijual dengan harga Rp34.000 per kilogram.
Menariknya, dalam pemantauan tersebut ditemukan adanya penurunan harga pada komoditas bawang merah dan bawang putih. Harga bawang merah yang sebelumnya berada di kisaran Rp45.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram.
Sedangkan harga bawang putih yang sebelumnya berada di kisaran Rp40.000 per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp37.000 per kilogram. Penurunan harga ini disambut positif oleh para pedagang maupun masyarakat karena dapat membantu meringankan pengeluaran rumah tangga.
Sejumlah pedagang di Pasar Haurgeulis menyampaikan bahwa hingga saat ini pasokan barang kebutuhan pokok masih terbilang cukup dan tidak mengalami kendala distribusi yang berarti.
Para pedagang juga mengapresiasi kehadiran Babinsa yang secara rutin melakukan pemantauan kondisi pasar. Menurut mereka, kegiatan tersebut memberikan rasa aman sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap stabilitas harga kebutuhan pokok.
Sementara itu, Serka Hasrul menegaskan bahwa kegiatan pemantauan harga sembako akan terus dilakukan secara berkala guna memastikan kondisi pasar tetap kondusif.
“Kami akan terus melakukan monitoring agar perkembangan harga sembako dapat terpantau dengan baik. Dengan begitu, jika terjadi lonjakan harga dapat segera diketahui dan dilaporkan,” jelasnya.
Selama kegiatan pemantauan berlangsung, situasi di Pasar Haurgeulis dan sekitarnya terpantau aman, tertib, serta aktivitas jual beli berjalan normal seperti biasa.
Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti nyata sinergi antara aparat teritorial dan masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah, khususnya dalam memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau bagi seluruh warga.
