Gebrakan Gubernur Jabar di Indramayu: Babinsa Koramil Anjatan Kawal Langsung Aksi “Setop Sapu Koin” di Jembatan Sewo!
Indramayu — Langkah tegas dan penuh perhatian ditunjukkan oleh Dedi Mulyadi dalam kunjungannya ke Jembatan Sewo, Desa Sukra, Kecamatan Sukra, Kabupaten Indramayu, Rabu (18/3/2026). Kunjungan ini menjadi sorotan publik setelah pemerintah provinsi menggulirkan program kompensasi bagi warga yang selama ini menggantungkan hidup dari aktivitas menyapu dan mencari koin di kawasan tersebut.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 10.30 WIB itu berlangsung tertib dengan pengamanan dan pendampingan langsung dari aparat kewilayahan, termasuk Babinsa yang menjadi ujung tombak di lapangan. Kehadiran Babinsa di bawah naungan Kodim 0616/Indramayu menjadi kunci kelancaran kegiatan, sekaligus memastikan program berjalan tepat sasaran.
Program kompensasi yang diberikan sebesar Rp50.000 per orang per hari, berlaku mulai 18 Maret hingga 29 Maret 2026. Bantuan ini diberikan dengan syarat utama: masyarakat tidak lagi melakukan aktivitas menyapu atau mencari koin di Jembatan Sewo dan sekitarnya.
Dalam keterangannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa kebijakan ini bukan sekadar bantuan sementara, melainkan bagian dari upaya menjaga keselamatan pengguna jalan, khususnya menjelang arus mudik Lebaran.
“Ini bukan hanya soal bantuan, tapi soal keselamatan dan ketertiban. Aktivitas di jalan sangat berisiko, baik bagi warga maupun pengguna jalan,” tegasnya.
Jembatan Sewo selama ini dikenal sebagai titik rawan karena banyak warga yang turun ke jalan untuk menyapu koin dari pengendara. Tradisi ini kerap menimbulkan kemacetan hingga potensi kecelakaan lalu lintas.
Melalui program ini, pemerintah berharap masyarakat dapat beralih ke aktivitas yang lebih aman dan produktif. Selain itu, langkah ini juga menjadi bagian dari penataan kawasan agar lebih tertib dan nyaman bagi para pemudik.
Tak hanya memberikan kompensasi, pemerintah juga melakukan pendataan menyeluruh terhadap warga penerima bantuan. Setiap warga diwajibkan menyerahkan KTP dan Kartu Keluarga untuk proses administrasi pembukaan rekening di Bank BJB.
Langkah ini dinilai strategis untuk mendorong inklusi keuangan sekaligus memastikan bantuan tersalurkan secara transparan dan berkelanjutan. Nantinya, dana kompensasi akan disalurkan langsung melalui rekening masing-masing warga.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting, di antaranya perwakilan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Provinsi Jawa Barat, Plt Kepala Dinas DPMP Kabupaten Indramayu, Camat Sukra, Kapolsek Sukra, serta Danramil 0614/Anjatan Lettu Asmadi beserta anggota.
Selain itu, hadir pula Kuwu Desa Sukra, unsur Dinas Perhubungan Kabupaten Indramayu, serta pihak dari Bank BJB yang turut mendukung proses administrasi di lapangan.
Peran Babinsa dalam kegiatan ini mendapat perhatian khusus. Mereka tidak hanya membantu pengamanan, tetapi juga aktif dalam pendataan dan pendekatan persuasif kepada masyarakat. Pendekatan humanis ini dinilai efektif dalam mengedukasi warga agar memahami pentingnya perubahan perilaku demi keselamatan bersama.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Masyarakat pun terlihat antusias mengikuti proses pendataan dan menerima kebijakan yang diberikan.
Program ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah daerah, aparat TNI-Polri, serta masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan tertib. Dengan langkah konkret ini, diharapkan Jembatan Sewo tidak lagi menjadi titik rawan, melainkan jalur yang nyaman bagi para pengguna jalan, terutama saat momentum mudik Lebaran.
Kehadiran Babinsa di tengah masyarakat kembali menegaskan peran strategis TNI dalam mendukung program pemerintah sekaligus menjaga stabilitas wilayah. Sebuah langkah nyata yang tak hanya menyentuh aspek keamanan, tetapi juga kesejahteraan rakyat.
