Koramil Anjatan Kawal Kunjungan Pejabat ESDM ke Objek Vital Nasional Balongan, Energi Nasional Jadi Sorotan
Indramayu — Aktivitas di kawasan objek vital nasional sektor energi di Indramayu mendadak menjadi sorotan pada Kamis (12/3/2026) siang. Rombongan pejabat tinggi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melakukan kunjungan kerja ke kilang minyak strategis nasional dan pembangkit listrik di wilayah tersebut. Kehadiran rombongan penting ini turut mendapat pengamanan dan pendampingan dari jajaran TNI melalui Koramil setempat.
Rombongan dari Kementerian ESDM yang diwakili oleh Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) dipimpin oleh Erika Retno Wati tiba di Kabupaten Indramayu sekitar pukul 14.27 WIB. Mereka mendarat di Helipad Bumi Patra Pertamina yang berada di Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Indramayu, sebelum melanjutkan perjalanan menuju kawasan Kilang Pertamina Refinery Unit VI Balongan.
Kunjungan ini menjadi bagian dari agenda pemantauan langsung terhadap operasional objek vital nasional sektor energi, khususnya yang berkaitan dengan pengelolaan minyak dan gas bumi serta sistem kelistrikan nasional. Kilang Balongan sendiri dikenal sebagai salah satu fasilitas strategis yang menopang pasokan energi di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.
Dalam rombongan tersebut hadir sejumlah pejabat penting dari Kementerian ESDM. Selain Erika Retno Wati sebagai Komite BPH Migas, turut hadir Kepala Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi La Ode Sulaiman serta Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Tri Winarno. Kehadiran para pejabat tersebut menegaskan pentingnya agenda kunjungan yang berkaitan langsung dengan stabilitas dan pengelolaan energi nasional.
Di lokasi kegiatan, rombongan disambut oleh jajaran pimpinan Pertamina dan sejumlah pejabat terkait. General Manager Pertamina Refinery Unit VI Balongan Tri Yulianto Wibowo hadir langsung mendampingi kegiatan tersebut. Turut hadir pula Direktur Operasi Pertamina Refinery Didik Bahagia serta Direktur Utama Pertamina Persero Simon Aloisius Mantiri.
Selain unsur pemerintah dan BUMN sektor energi, unsur keamanan dan pertahanan juga turut ambil bagian dalam pengamanan kegiatan tersebut. Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu yang dipimpin oleh Dandim memberikan dukungan pengamanan melalui jajaran Koramil 1601/Indramayu. Dalam kegiatan tersebut, Dandim 0616/Indramayu diwakili oleh Komandan Koramil Anjatan diwakili Danramil Kapten Kav Daniel Ronge.
Kehadiran Koramil dalam kegiatan ini menjadi bagian penting dari upaya pengamanan objek vital nasional. TNI memiliki peran strategis dalam memastikan setiap aktivitas di fasilitas energi nasional berjalan dengan aman dan tertib, mengingat sektor energi merupakan salah satu pilar utama ketahanan nasional.
Selain unsur TNI, kegiatan ini juga dihadiri oleh perwakilan dari TNI Angkatan Udara. Kepala Dinas Operasi Lanud Sukani, Mayor Lek Imam Safii, turut hadir dalam rangka koordinasi pengamanan serta mendukung kelancaran mobilitas rombongan pejabat negara selama berada di wilayah Indramayu.
Setelah mendarat di Helipad Bumi Patra Pertamina, rombongan kemudian bergerak menuju kawasan kilang Refinery Unit VI Balongan sekitar pukul 14.32 WIB. Perjalanan berlangsung lancar dengan pengawalan aparat keamanan. Seluruh rangkaian kegiatan dilaporkan berjalan dalam kondisi aman, tertib, dan tanpa kendala berarti.
Kunjungan kerja ini juga menjadi momentum penting bagi pemerintah untuk memastikan operasional fasilitas energi nasional berjalan optimal. Selain kilang Balongan, agenda kunjungan juga mencakup pembahasan terkait operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) Sumuradem yang berada di wilayah Indramayu.
Fasilitas-fasilitas tersebut merupakan bagian dari infrastruktur energi strategis yang berperan besar dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional. Oleh karena itu, koordinasi antara pemerintah pusat, BUMN energi, serta aparat keamanan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan operasionalnya.
Dengan pengamanan dari Koramil Anjatan dan dukungan berbagai pihak, kegiatan kunjungan kerja pejabat Kementerian ESDM di objek vital nasional tersebut dapat terlaksana dengan lancar. Hal ini menunjukkan sinergi kuat antara pemerintah, BUMN, dan aparat keamanan dalam menjaga sektor energi sebagai tulang punggung pembangunan nasional.
