HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Pengamanan Mudik Memuncak! Babinsa Serka Hasrul Siaga di Tol Cipali, Ratusan Personel Gabungan Kawal Rest Area KM 130 A


Indramayu – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah/2026 Masehi mulai menunjukkan peningkatan signifikan. Untuk memastikan kelancaran dan keamanan para pemudik, aparat gabungan menggelar pengamanan ketat dalam Operasi Ketupat Lodaya 2026, khususnya di titik strategis Rest Area KM 130 A Tol Cipali, wilayah Blok Prabon, Desa Sanca, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, Senin (23/3/2026).

Kegiatan pengamanan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, hingga tenaga kesehatan. Dari jajaran TNI, anggota Koramil 1615/Haurgeulis yakni Serka Hasrul dan Serda Hadi turut diterjunkan langsung ke lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Serka Hasrul menyampaikan bahwa kehadiran aparat di rest area merupakan bagian dari upaya memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pemudik yang melintasi jalur Tol Cipali.

“Kami melaksanakan pengamanan terpadu bersama unsur Polri dan instansi lainnya guna memastikan arus mudik berjalan lancar serta memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” ujar Serka Hasrul di lokasi kegiatan.

Selain personel TNI, pengamanan juga diperkuat oleh jajaran Brimob Polda Jawa Barat di bawah komando Aipda Bimit Marpaung bersama sembilan anggota. Sementara itu, Dalmas Polda Jawa Barat yang dipimpin Ipda Ronal Parlindungan menurunkan sebanyak 19 personel untuk mengantisipasi potensi gangguan keamanan.

Tak ketinggalan, jajaran Polsek Gantar yang dipimpin Iptu Sutarko bersama 15 anggotanya juga aktif melakukan patroli dan pengawasan di area rest area. Sinergi lintas instansi ini menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas selama masa mudik berlangsung.

Di sisi lain, dukungan tenaga kesehatan juga disiagakan untuk mengantisipasi kondisi darurat yang mungkin dialami pemudik. Tiga tenaga medis, yakni Elgi, Ani, dan Ismi, turut bersiaga memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Iptu Sutarko, peningkatan volume kendaraan sudah mulai terasa sejak pagi hari, meskipun belum mencapai puncak arus mudik. Ia memastikan seluruh personel telah disiagakan untuk mengantisipasi lonjakan kendaraan dalam beberapa hari ke depan.

“Rest area menjadi titik krusial karena banyak pemudik yang beristirahat. Kami pastikan pengamanan maksimal agar masyarakat merasa aman dan nyaman,” ungkapnya.

Salah satu pemudik asal Jakarta menuju Jawa Tengah, Andi (37), mengaku merasa lebih tenang dengan kehadiran petugas di sepanjang jalur mudik, khususnya di rest area.

“Dengan adanya petugas yang berjaga, kami jadi merasa lebih aman saat beristirahat. Apalagi perjalanan jauh, jadi butuh tempat yang nyaman,” katanya.

Selama pelaksanaan pengamanan, situasi di Rest Area KM 130 A terpantau aman, tertib, dan lancar. Arus kendaraan masih dapat dikendalikan, serta aktivitas masyarakat di lokasi berjalan normal tanpa adanya gangguan berarti.

Operasi Ketupat Lodaya sendiri merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mengamankan perayaan Idulfitri, terutama dalam menghadapi lonjakan arus mudik dan balik. Dengan keterlibatan berbagai unsur, diharapkan pengamanan tahun ini dapat berjalan lebih optimal.

Ke depan, aparat gabungan akan terus meningkatkan kewaspadaan serta intensitas patroli di titik-titik rawan, guna memastikan seluruh rangkaian mudik Lebaran berlangsung aman dan lancar.

Posting Komentar