Babinsa Bergerak Cepat! Koptu Warmin Ingatkan Bahaya Setrum Tikus hingga Geng Motor di Lelea
Upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat terus digencarkan aparat teritorial di Kabupaten Indramayu. Kali ini, Babinsa Desa Langgengsari, Koptu Warmin, anggota Koramil 1612/Lelea, turun langsung ke tengah masyarakat dalam kegiatan komunikasi sosial (komsos) yang digelar pada Selasa (7/4/2026). Dalam kegiatan tersebut, sejumlah isu krusial menjadi sorotan, mulai dari bahaya jebakan tikus beraliran listrik hingga ancaman kenakalan remaja.
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 11.00 WIB itu dilaksanakan di rumah salah satu warga, Rustono, di Desa Langgengsari, Kecamatan Lelea. Dalam suasana santai namun penuh makna, Koptu Warmin berdialog langsung dengan tokoh masyarakat dan warga setempat guna menyampaikan berbagai imbauan penting demi menjaga kondusivitas wilayah.
Hadir dalam kegiatan tersebut tokoh masyarakat Warjo serta warga lainnya, termasuk Suwi, yang turut aktif dalam diskusi. Melalui pendekatan humanis, Babinsa berupaya membangun komunikasi yang efektif agar pesan yang disampaikan dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh masyarakat.
Salah satu poin utama yang disampaikan adalah larangan penggunaan jebakan tikus dengan aliran listrik. Praktik ini dinilai sangat berbahaya karena berpotensi menimbulkan korban jiwa, baik bagi manusia maupun hewan lainnya. Selain itu, penggunaan listrik secara ilegal juga dapat memicu kebakaran dan gangguan jaringan listrik di lingkungan sekitar.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak menggunakan jebakan tikus dengan aliran listrik. Selain berbahaya, hal ini juga bisa menimbulkan risiko fatal bagi keselamatan,” tegas Koptu Warmin.
Selain itu, Babinsa juga mengajak masyarakat untuk kembali mengaktifkan pos keamanan lingkungan (poskamling). Ia menekankan pentingnya sistem keamanan berbasis masyarakat, termasuk penerapan aturan tamu wajib lapor 1x24 jam sebagai langkah preventif dalam mengantisipasi potensi gangguan keamanan.
Dalam kesempatan tersebut, isu kenakalan remaja juga menjadi perhatian serius. Koptu Warmin mengingatkan para orang tua untuk lebih aktif mengawasi pergaulan anak-anak mereka agar tidak terjerumus ke dalam aktivitas negatif, seperti keterlibatan dalam geng motor yang belakangan menjadi perhatian di berbagai daerah.
“Peran orang tua sangat penting dalam mengawasi anak-anak. Jangan sampai mereka terlibat dalam kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” ujarnya.
Kegiatan komsos ini mendapat respons positif dari masyarakat. Mereka mengapresiasi kehadiran Babinsa yang secara langsung memberikan edukasi serta solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi di lingkungan mereka.
Tokoh masyarakat setempat menyatakan bahwa komunikasi seperti ini sangat membantu dalam meningkatkan kesadaran warga. Selain itu, kehadiran Babinsa juga memberikan rasa aman dan memperkuat hubungan antara aparat dan masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Diskusi berjalan lancar dengan suasana penuh keakraban, mencerminkan hubungan yang harmonis antara aparat dan warga.
Pengamat sosial menilai bahwa pendekatan komsos yang dilakukan Babinsa merupakan langkah efektif dalam membangun ketahanan sosial di tingkat desa. Dengan komunikasi yang intens, berbagai potensi konflik dan gangguan keamanan dapat dicegah sejak dini.
Ke depan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan secara berkelanjutan. Selain mempererat silaturahmi, komsos juga menjadi sarana penting dalam menyampaikan edukasi serta meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan.
Langkah proaktif yang dilakukan Koptu Warmin ini menjadi bukti bahwa peran Babinsa sangat vital dalam menjaga stabilitas wilayah. Dengan sinergi yang kuat antara aparat dan masyarakat, Desa Langgengsari diharapkan tetap aman, tertib, dan terbebas dari berbagai potensi gangguan.
