HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Haurgeulis Bongkar Pergerakan Harga Sembako: Ada yang Turun, Tapi Telur dan Gula Justru Merangkak Naik!


Pergerakan harga bahan pokok kembali menjadi perhatian serius aparat teritorial di Kabupaten Indramayu. Di tengah upaya menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, jajaran TNI melalui Babinsa terus melakukan pemantauan langsung ke pasar dan kios-kios sembako. Hasilnya, ditemukan adanya dinamika harga yang cukup beragam—sebagian komoditas turun, namun beberapa justru mengalami kenaikan yang berpotensi membebani warga.

Kondisi ini terungkap dari kegiatan monitoring yang dilakukan anggota Koramil 1615/Haurgeulis. Langkah ini menjadi bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi gejolak harga di tingkat bawah, sekaligus memastikan distribusi dan ketersediaan bahan pokok tetap aman di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.

Pada Jumat, 10 April 2026, mulai pukul 08.30 WIB, Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Serka Tardi, turun langsung ke sejumlah kios dan toko sembako di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini difokuskan pada pemantauan harga bahan pokok di desa binaan guna mendapatkan data aktual di lapangan.

Dari hasil pengecekan, ditemukan bahwa harga beras medium mengalami sedikit penurunan, dari sebelumnya Rp13.200 per kilogram menjadi Rp13.000 per kilogram. Penurunan ini dinilai sebagai sinyal positif bagi masyarakat, mengingat beras merupakan kebutuhan utama sehari-hari.

Sementara itu, harga minyak goreng tercatat stabil di angka Rp17.000 per kilogram. Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas jagung yang berada di harga Rp13.000 per kilogram serta kedelai lokal yang tetap di angka Rp10.000 per kilogram.

Namun, tidak semua komoditas menunjukkan tren yang sama. Harga gula justru mengalami kenaikan dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Kenaikan ini turut diikuti oleh harga telur ayam yang kini berada di angka Rp32.000 per kilogram, menandakan adanya tekanan pada komoditas protein yang cukup dibutuhkan masyarakat.

Di sisi lain, kabar baik datang dari komoditas bumbu dapur. Harga bawang merah mengalami penurunan signifikan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Penurunan ini diharapkan dapat meringankan beban rumah tangga, mengingat bawang merah merupakan bahan pokok dalam berbagai masakan.

Untuk bawang putih, harga masih bertahan di angka Rp40.000 per kilogram tanpa perubahan. Sementara itu, harga daging sapi tetap tinggi di kisaran Rp140.000 per kilogram, menunjukkan belum adanya pergerakan berarti di sektor tersebut.

Adapun harga daging ayam mengalami penurunan dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram. Penurunan ini menjadi angin segar bagi masyarakat yang mengandalkan daging ayam sebagai alternatif protein dengan harga lebih terjangkau dibandingkan daging sapi.

Secara umum, hasil monitoring menunjukkan bahwa kondisi harga sembako di wilayah Haurgeulis masih relatif terkendali, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan. Dinamika ini menjadi perhatian khusus, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat agar tetap stabil.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas ekonomi warga dinilai memberikan dampak positif. Selain melakukan pemantauan, aparat juga berinteraksi langsung dengan pedagang untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan atau kenaikan harga yang tidak wajar.

Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif. Tidak ditemukan kendala berarti di lapangan, dan aktivitas jual beli tetap berjalan normal seperti biasa.

Langkah monitoring rutin seperti ini diharapkan terus dilakukan sebagai bentuk pengawasan sekaligus upaya preventif dalam menjaga kestabilan harga. Dengan adanya keterlibatan langsung aparat, diharapkan potensi gejolak harga dapat diantisipasi lebih dini.

Bagi masyarakat, informasi ini menjadi gambaran penting dalam merencanakan kebutuhan sehari-hari. Sementara bagi pemerintah, data lapangan ini dapat menjadi dasar dalam mengambil kebijakan yang tepat guna menjaga keseimbangan ekonomi di tingkat daerah.

Posting Komentar