Babinsa Koramil Krangkeng Turun Langsung! Harga Sembako Bergejolak di Indramayu, Dandim 0616 Jadi Sorotan
Indramayu – Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian serius aparat teritorial. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Tarkim, turun langsung ke lapangan melakukan monitoring harga sembako di Pasar Daerah (PD) Singakerta, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, Rabu (8/4/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya pengawasan stabilitas harga bahan pokok di tengah masyarakat. Langkah ini juga menjadi bentuk respons cepat jajaran TNI AD di wilayah Kodim 0616/Indramayu dalam memastikan kondisi ekonomi masyarakat tetap terkendali.
Dalam pemantauan tersebut, Serka Tarkim menemukan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas penting. Beberapa bahan pokok mengalami kenaikan signifikan, sementara sebagian lainnya masih bertahan bahkan ada yang menunjukkan penurunan.
“Hasil monitoring menunjukkan adanya kenaikan harga pada beberapa komoditas utama seperti telur ayam, daging sapi, gula pasir, serta bawang-bawangan,” ungkapnya di sela kegiatan.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, harga beras tercatat sebesar Rp12.000 per kilogram dan mengalami penurunan. Sementara itu, minyak goreng masih stabil di angka Rp16.000 per kilogram. Namun, harga telur ayam naik menjadi Rp32.000 per kilogram.
Kenaikan juga terjadi pada daging sapi yang kini mencapai Rp150.000 per kilogram, sementara daging ayam relatif stabil di harga Rp36.000 per kilogram. Gula pasir ikut mengalami lonjakan menjadi Rp16.000 per kilogram.
Tidak hanya itu, komoditas bumbu dapur turut terdampak. Harga bawang merah melonjak hingga Rp43.000 per kilogram dan bawang putih menyentuh Rp42.000 per kilogram. Kacang kedelai naik menjadi Rp19.000 per kilogram, sedangkan jagung kini berada di angka Rp11.000 per kilogram.
Fenomena kenaikan harga ini diduga dipengaruhi oleh faktor distribusi serta meningkatnya permintaan pasar. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius, mengingat sembako merupakan kebutuhan utama masyarakat sehari-hari.
Serka Tarkim menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini tidak hanya sebatas pencatatan harga, tetapi juga sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gejolak ekonomi di tingkat bawah. Ia juga memastikan situasi pasar selama kegiatan berlangsung dalam keadaan aman dan kondusif.
“Selama pelaksanaan monitoring, situasi berjalan tertib dan tidak ditemukan hal-hal yang mengganggu keamanan,” jelasnya.
Langkah proaktif Babinsa ini mendapat apresiasi karena dinilai mampu memberikan gambaran nyata kondisi pasar kepada pimpinan, khususnya Komando Distrik Militer (Kodim) 0616/Indramayu. Laporan tersebut menjadi bahan penting dalam pengambilan kebijakan lebih lanjut.
Kehadiran aparat TNI di tengah aktivitas pasar juga memberikan rasa aman bagi pedagang dan pembeli. Selain itu, interaksi langsung dengan masyarakat memungkinkan Babinsa menyerap aspirasi sekaligus memahami kondisi riil yang dihadapi warga.
Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menstabilkan harga, terutama pada komoditas yang mengalami kenaikan signifikan. Stabilitas harga dinilai sangat penting untuk menjaga daya beli masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.
Dengan adanya monitoring rutin seperti ini, diharapkan potensi lonjakan harga dapat terdeteksi lebih awal sehingga langkah penanganan dapat dilakukan secara cepat dan tepat.
Upaya yang dilakukan Babinsa Koramil Krangkeng ini menjadi bukti nyata sinergi antara aparat keamanan dan masyarakat dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. Peran aktif di lapangan diharapkan terus berlanjut demi memastikan kesejahteraan masyarakat tetap terjaga.
