HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Koramil Terisi Garda Terdepan: Doa Bersama Mapag Tamba di Mundakjaya Jadi Simbol Kekuatan Tradisi dan Kebersamaan Warga


Indramayu — Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Aula Balai Desa Mundakjaya, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Kamis (2/4/2026). Kegiatan doa bersama dalam rangka adat Mapag Tamba menjadi momentum penting yang tidak hanya memperkuat nilai-nilai spiritual, tetapi juga menegaskan sinergitas antara aparat kewilayahan dan masyarakat.

Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB tersebut berlangsung hingga selesai dengan tertib dan aman. Kegiatan ini merupakan bagian dari tradisi turun-temurun masyarakat Desa Mundakjaya dalam menyambut harapan akan keselamatan, kesehatan, dan keberkahan bagi seluruh warga desa.

Dalam kegiatan tersebut, kehadiran Babinsa Desa Mundakjaya, Eryana, menjadi sorotan utama. Peran aktif Babinsa dalam mendampingi kegiatan masyarakat kembali menunjukkan komitmen TNI dalam menjaga kedekatan dengan rakyat sekaligus memastikan stabilitas wilayah tetap kondusif.

Turut hadir dalam kegiatan ini sejumlah unsur pemerintahan dan tokoh masyarakat, di antaranya Camat Cikedung, Dadang Supriatna, yang memberikan dukungan penuh terhadap pelestarian adat istiadat lokal. Selain itu, Kuwu Desa Mundakjaya yang diwakili oleh Sekretaris Desa, Toni Suwito, juga hadir bersama perangkat desa lainnya.

Kehadiran tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta pemuda desa semakin memperkuat makna kebersamaan dalam kegiatan tersebut. Mereka bersama-sama memanjatkan doa demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Mundakjaya ke depan.

Tradisi Mapag Tamba sendiri merupakan warisan budaya yang sarat makna. Selain sebagai bentuk ungkapan syukur, kegiatan ini juga diyakini sebagai ikhtiar spiritual masyarakat dalam memohon perlindungan dari berbagai penyakit dan marabahaya. Dalam konteks modern, kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa nilai-nilai lokal tetap relevan dan menjadi perekat sosial di tengah perubahan zaman.

Babinsa sebagai ujung tombak satuan teritorial memiliki peran strategis dalam menjaga keharmonisan tersebut. Kehadiran Pelda Eryana dalam kegiatan ini bukan sekadar formalitas, melainkan wujud nyata kepedulian TNI terhadap kehidupan sosial masyarakat di wilayah binaannya.

“Sinergi antara TNI dan masyarakat harus terus dijaga. Kegiatan seperti ini menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan kebersamaan,” ungkap salah satu tokoh masyarakat yang hadir.

Sementara itu, Camat Cikedung dalam kesempatan tersebut menyampaikan apresiasi terhadap seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam terselenggaranya kegiatan. Ia menekankan pentingnya menjaga tradisi sebagai identitas daerah sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.

Kegiatan berlangsung dengan lancar tanpa kendala berarti. Situasi keamanan tetap terjaga berkat koordinasi yang baik antara aparat desa, Babinsa, serta seluruh elemen masyarakat.

Melalui kegiatan doa bersama ini, diharapkan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan kearifan lokal terus terpelihara. Tidak hanya sebagai ritual tahunan, tetapi juga sebagai fondasi dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan sejahtera.

Dengan berakhirnya kegiatan dalam keadaan aman dan tertib, hal ini kembali membuktikan bahwa kolaborasi antara aparat dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah. Peran Babinsa sebagai pengayom dan mitra masyarakat pun semakin dirasakan manfaatnya

Posting Komentar