Babinsa Koramil Tukdana Jadi Motor Pelestarian Tradisi! Doa Bersama Baritan Gema di Musholla Al-Mubin, Perkuat Kebersamaan Warga dan Ketahanan Spiritual Bangsa
Indramayu – Suasana khidmat dan penuh kebersamaan menyelimuti Musholla Al-Mubin, Koramil 1606/Tukdana, Desa Tukdana, Kecamatan Tukdana, Kabupaten Indramayu, pada Kamis (2/4/2026) petang. Kegiatan doa bersama yang dikemas dalam pelestarian adat budaya Baritan kembali digelar secara rutin, menjadi bukti nyata sinergi antara aparat teritorial dan masyarakat dalam menjaga nilai-nilai tradisi sekaligus memperkuat ketahanan spiritual.
Kegiatan yang dimulai pukul 17.00 WIB hingga selesai tersebut diprakarsai oleh Babinsa Koramil 1606/Tukdana bersama warga sekitar. Acara ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap malam Jumat Kliwon, sebuah waktu yang secara kultural memiliki makna tersendiri dalam tradisi masyarakat setempat.
Babinsa dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana ibadah, tetapi juga sebagai upaya konkret dalam melestarikan warisan budaya leluhur. “Melalui kegiatan Baritan ini, kita tidak hanya berdoa bersama, tetapi juga menjaga tradisi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Ini menjadi bagian dari identitas masyarakat yang harus kita rawat bersama,” ujarnya.
Doa bersama tersebut dipimpin oleh Ustadz Rakidi, tokoh agama Desa Tukdana yang dikenal luas oleh masyarakat setempat. Dalam lantunan doa yang khusyuk, para peserta memanjatkan harapan bagi keluarga besar Koramil 1606/Tukdana, masyarakat sekitar, serta keselamatan bangsa dan negara. Selain itu, doa juga ditujukan bagi para leluhur dan keluarga yang telah mendahului.
Kehadiran Babinsa dalam kegiatan ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Mereka menilai peran aktif aparat kewilayahan tidak hanya terbatas pada aspek keamanan, tetapi juga turut hadir dalam kegiatan sosial dan keagamaan. Hal ini dinilai mampu mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat.
“Babinsa selalu hadir bersama kami, tidak hanya saat ada masalah, tetapi juga dalam kegiatan seperti ini. Kami merasa dekat dan terlindungi,” ungkap salah satu warga yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Tradisi Baritan sendiri merupakan bentuk ungkapan syukur sekaligus doa bersama yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indramayu. Biasanya, kegiatan ini diisi dengan doa, tahlil, serta makan bersama sebagai simbol kebersamaan dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Dalam konteks kekinian, kegiatan ini juga menjadi media efektif dalam memperkuat nilai-nilai gotong royong dan kebersamaan di tengah masyarakat yang mulai tergerus oleh modernisasi. Dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga generasi muda, tradisi ini tetap hidup dan relevan.
Selama kegiatan berlangsung, suasana tetap tertib, lancar, dan aman. Tidak terlihat adanya gangguan yang berarti, menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban bersama.
Babinsa Tukdana juga menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendukung kegiatan-kegiatan positif seperti ini. “Kami berharap kegiatan ini dapat terus berjalan secara berkelanjutan, menjadi wadah silaturahmi, serta memperkuat nilai keimanan dan kebersamaan masyarakat,” tambahnya.
Kegiatan doa bersama dan pelestarian adat Baritan ini diharapkan tidak hanya menjadi rutinitas semata, tetapi juga mampu memberikan dampak positif yang luas, baik dari sisi spiritual, sosial, maupun budaya. Di tengah berbagai tantangan zaman, menjaga tradisi dan nilai-nilai lokal menjadi kunci dalam memperkuat jati diri bangsa.
Dengan semangat kebersamaan yang terus terjaga, sinergi antara TNI dan masyarakat seperti yang ditunjukkan oleh Babinsa Tukdana ini menjadi contoh nyata bagaimana kekuatan sosial dapat dibangun dari hal-hal sederhana namun penuh makna.
Demikian kegiatan dilaporkan dalam keadaan aman dan kondusif, dengan dokumentasi terlampir sebagai bagian dari pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan.
