HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Serda Dodi Wijaya Sidak Pasar Haurgeulis, Harga Sembako Berubah: Gula dan Telur Naik, Bawang Merah Turun Drastis


Indramayu — Dinamika harga kebutuhan pokok kembali terjadi di wilayah Kabupaten Indramayu. Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Serda Dodi Wijaya, turun langsung melakukan pemantauan harga sembako di pasar tradisional Haurgeulis, Senin (27/4/2026), guna memastikan stabilitas harga dan ketersediaan barang di tingkat masyarakat.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 08.30 WIB tersebut dilakukan di sejumlah kios dan toko sembako di Pasar Haurgeulis, Kecamatan Haurgeulis. Monitoring ini menjadi bagian dari tugas rutin Babinsa dalam menjaga kondisi sosial ekonomi masyarakat tetap kondusif.

Dari hasil pengecekan di lapangan, sejumlah komoditas mengalami perubahan harga, baik kenaikan maupun penurunan. Beras medium misalnya, mengalami penurunan dari Rp13.200 menjadi Rp13.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada bawang merah yang cukup signifikan, dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram.

Sementara itu, harga daging ayam juga mengalami penurunan menjadi Rp35.000 per kilogram dari sebelumnya Rp37.000. Kondisi ini disambut positif oleh masyarakat karena dapat sedikit meringankan beban belanja harian.

Namun di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan harga. Gula pasir naik dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Telur ayam juga mengalami kenaikan menjadi Rp32.000 per kilogram, yang menjadi perhatian karena merupakan salah satu kebutuhan pokok utama.

Untuk komoditas lainnya, harga relatif stabil. Minyak goreng bertahan di angka Rp17.000 per kilogram, jagung Rp13.000 per kilogram, kedelai lokal Rp10.000 per kilogram, bawang putih Rp40.000 per kilogram, serta daging sapi tetap di kisaran Rp140.000 per kilogram.

Serda Dodi Wijaya menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan ini bertujuan untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar serta menjaga distribusi bahan pokok tetap lancar di pasaran.

“Kami rutin melakukan monitoring untuk mengetahui perkembangan harga sembako sekaligus memastikan kondisi pasar tetap stabil dan aman,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Babinsa di pasar diharapkan dapat memberikan rasa aman bagi pedagang maupun pembeli, serta menjadi sarana komunikasi langsung untuk menyerap informasi dari masyarakat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di Pasar Haurgeulis terpantau aman dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan normal tanpa adanya gangguan distribusi maupun kelangkaan barang.

Pemantauan seperti ini dinilai penting sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gejolak harga yang dapat berdampak pada kondisi ekonomi masyarakat. Dengan adanya keterlibatan aparat kewilayahan, diharapkan stabilitas harga kebutuhan pokok dapat terus terjaga.

Ke depan, monitoring rutin akan terus dilakukan sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan ekonomi masyarakat di tengah dinamika harga pasar yang terus berubah.

Posting Komentar