HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Serda Hasan Alek Turun Langsung ke Pasar Haurgeulis, Temukan Harga Sembako Bergerak: Gula dan Telur Naik, Bawang Merah Anjlok!


Indramayu – Pergerakan harga kebutuhan pokok kembali menjadi sorotan. Pada Minggu pagi (19/4/2026), Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Serda Hasan Alek P., turun langsung ke lapangan untuk melakukan pemantauan harga sembako di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu. Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB ini bertujuan memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok di tengah masyarakat.

Pemantauan dilakukan di sejumlah kios dan toko sembako di kawasan pasar daerah Haurgeulis. Dari hasil pengecekan tersebut, ditemukan adanya dinamika harga pada beberapa komoditas penting yang menjadi kebutuhan harian warga.

Serda Hasan Alek mengungkapkan bahwa harga beras medium mengalami penurunan tipis. Sebelumnya berada di angka Rp13.200 per kilogram, kini turun menjadi Rp13.000 per kilogram. Penurunan ini dinilai cukup membantu masyarakat, meskipun tidak terlalu signifikan.

Sementara itu, harga minyak goreng terpantau stabil di angka Rp17.000 per kilogram. Komoditas lain seperti jagung dan kedelai lokal juga tidak mengalami perubahan harga, masing-masing tetap di angka Rp13.000 dan Rp10.000 per kilogram.

Namun, kondisi berbeda terlihat pada harga gula pasir. Komoditas ini justru mengalami kenaikan dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Kenaikan ini menjadi perhatian tersendiri karena gula merupakan salah satu kebutuhan pokok utama yang sering digunakan dalam rumah tangga.

Selain gula, kenaikan juga terjadi pada harga telur ayam. Meski tidak disebutkan angka pastinya dalam laporan sebelumnya, telur ayam dipastikan mengalami tren kenaikan yang perlu diwaspadai. Hal ini berpotensi berdampak langsung pada pengeluaran masyarakat sehari-hari.

Di sisi lain, kabar baik datang dari komoditas bawang merah. Harga yang sebelumnya berada di angka Rp35.000 per kilogram kini turun cukup tajam menjadi Rp30.000 per kilogram. Penurunan ini disambut positif oleh para pedagang dan pembeli karena bawang merah merupakan bahan penting dalam berbagai masakan.

Untuk bawang putih, harga masih bertahan di angka Rp40.000 per kilogram tanpa perubahan. Stabilitas ini menunjukkan pasokan yang relatif aman di pasaran.

Komoditas daging juga menunjukkan tren yang beragam. Harga daging sapi tetap stabil di Rp140.000 per kilogram, menandakan tidak adanya gangguan distribusi maupun pasokan. Sementara itu, daging ayam justru mengalami penurunan dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, yang tentunya memberikan sedikit kelonggaran bagi konsumen.

Selama kegiatan pemantauan berlangsung, situasi di lapangan terpantau aman dan kondusif. Interaksi antara aparat, pedagang, dan masyarakat berjalan dengan baik tanpa adanya kendala berarti. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar juga memberikan rasa aman serta memastikan bahwa kondisi ekonomi mikro tetap dalam pengawasan.

Langkah yang dilakukan Serda Hasan Alek ini merupakan bagian dari upaya TNI dalam mendukung stabilitas ekonomi daerah, khususnya di sektor kebutuhan pokok. Pemantauan rutin seperti ini dinilai penting untuk mendeteksi lebih awal potensi lonjakan harga yang dapat memberatkan masyarakat.

Dengan adanya laporan ini, diharapkan pihak terkait dapat mengambil langkah strategis apabila terjadi kenaikan harga yang signifikan di kemudian hari. Pemerintah daerah bersama instansi terkait juga diharapkan terus menjaga distribusi dan ketersediaan sembako agar tetap stabil.

Pemantauan harga sembako di wilayah Haurgeulis ini menjadi gambaran nyata kondisi pasar saat ini—di mana sebagian harga turun, sebagian lainnya naik—menandakan dinamika ekonomi yang terus bergerak dan perlu diawasi secara berkelanjutan.

Posting Komentar