Babinsa Serka Hasrul Bergerak Cepat! Harga Sembako di Haurgeulis Dipantau, Daging Sapi Tembus Rp150 Ribu
Indramayu – Pergerakan harga bahan pokok kembali menjadi sorotan. Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Serka Hasrul, turun langsung melakukan pemantauan di pasar dan toko sembako wilayah Kecamatan Haurgeulis, Kabupaten Indramayu, Minggu (12/4/2026). Langkah sigap ini dilakukan guna memastikan stabilitas harga tetap terjaga di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Sejak pukul 08.30 WIB, Serka Hasrul menyisir Pasar Daerah Haurgeulis hingga sejumlah kios dan toko grosir di sekitarnya. Dengan pendekatan humanis, ia berdialog langsung dengan pedagang untuk memperoleh data harga terkini sekaligus menggali informasi terkait distribusi barang kebutuhan pokok.
Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial TNI AD melalui aparat kewilayahan. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi kontrol sosial terhadap potensi lonjakan harga yang tidak wajar.
Hasil pemantauan menunjukkan sebagian besar harga sembako di wilayah Haurgeulis masih tergolong stabil. Beras medium dijual Rp13.500 per kilogram dan tidak mengalami perubahan. Minyak goreng berada di angka Rp18.000 per kilogram, sementara jagung dan kedelai lokal masing-masing dijual Rp10.000 dan Rp8.000 per kilogram.
Gula pasir juga terpantau stabil di harga Rp18.000 per kilogram. Untuk komoditas protein, telur ayam berada di angka Rp27.000 per kilogram dan daging ayam Rp34.000 per kilogram, keduanya tidak mengalami kenaikan harga.
Namun, perhatian tertuju pada harga daging sapi yang mengalami kenaikan signifikan. Saat ini, harga daging sapi di pasar Haurgeulis mencapai Rp150.000 per kilogram. Kenaikan ini diduga dipengaruhi oleh faktor pasokan yang terbatas serta tingginya permintaan di tingkat konsumen.
Selain itu, harga bumbu dapur juga terpantau cukup tinggi. Bawang merah dijual Rp45.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp40.000 per kilogram. Meski demikian, kondisi ini masih dinilai dalam batas wajar oleh para pedagang.
Serka Hasrul menegaskan bahwa kegiatan pemantauan ini merupakan langkah preventif untuk mengantisipasi gejolak harga yang dapat berdampak pada masyarakat. “Kami terus memonitor perkembangan harga di pasar. Jika ada lonjakan signifikan, akan segera dilaporkan untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa koordinasi dengan para pedagang menjadi kunci dalam menjaga stabilitas harga. Dengan komunikasi yang baik, setiap kendala distribusi maupun pasokan dapat segera diketahui dan dicarikan solusi bersama.
Para pedagang di Pasar Haurgeulis menyambut baik kegiatan ini. Mereka merasa diperhatikan dan berharap pemantauan rutin terus dilakukan agar tidak terjadi permainan harga oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Selama kegiatan berlangsung, situasi pasar terpantau aman dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan normal tanpa gangguan. Kehadiran Babinsa justru memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang sedang berbelanja.
Pemantauan harga sembako seperti ini menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan pangan di tingkat daerah. Dengan adanya pengawasan langsung dari aparat kewilayahan, potensi lonjakan harga dapat ditekan sejak dini.
Ke depan, peran aktif Babinsa seperti yang dilakukan Serka Hasrul diharapkan terus berlanjut. Tidak hanya menjaga keamanan wilayah, tetapi juga menjadi ujung tombak dalam memastikan stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika pasar yang terus berubah.
