HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Serka Muksin Ungkap Lonjakan Harga Sembako di Krangkeng: Telur, Daging hingga Bawang Kompak Meroket!


Indramayu – Kenaikan harga bahan pokok kembali menghantui masyarakat. Kali ini, hasil monitoring yang dilakukan Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Serka Muksin, mengungkap adanya lonjakan harga signifikan pada sejumlah komoditas sembako di wilayah Desa Srengseng, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu.

Kegiatan pemantauan tersebut dilaksanakan pada Minggu pagi (19/4/2026) sejak pukul 08.00 WIB di Warung “Kasirih”, salah satu toko sembako yang menjadi rujukan warga setempat. Dalam kegiatan tersebut, Serka Muksin melakukan pengecekan langsung terhadap harga-harga kebutuhan pokok yang beredar di pasaran.

Hasilnya cukup mengejutkan. Sejumlah komoditas penting tercatat mengalami kenaikan harga secara bersamaan. Di antaranya adalah telur ayam yang kini dijual seharga Rp38.000 per kilogram. Kenaikan ini menjadi perhatian karena telur merupakan sumber protein utama yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Tak hanya itu, harga daging sapi juga mengalami kenaikan dan kini menyentuh angka Rp150.000 per kilogram. Angka ini tergolong tinggi dan berpotensi membebani masyarakat, terutama menjelang momen-momen tertentu yang biasanya diikuti peningkatan konsumsi.

Komoditas lain yang ikut mengalami lonjakan adalah gula pasir yang kini berada di harga Rp16.000 per kilogram. Sementara itu, bawang merah melonjak hingga Rp48.000 per kilogram, dan bawang putih mencapai Rp42.000 per kilogram. Kenaikan harga bumbu dapur ini tentu berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga sehari-hari.

Tidak berhenti di situ, kacang kedelai juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp19.000 per kilogram. Padahal, kedelai merupakan bahan baku utama berbagai produk pangan seperti tahu dan tempe yang banyak dikonsumsi masyarakat.

Di tengah gelombang kenaikan tersebut, beberapa komoditas masih menunjukkan stabilitas harga. Beras, misalnya, tetap berada di angka Rp15.800 per kilogram tanpa perubahan. Minyak goreng juga terpantau stabil di harga Rp16.000 per kilogram.

Selain itu, harga daging ayam masih bertahan di angka Rp38.000 per kilogram, sementara jagung tetap dijual seharga Rp11.000 per kilogram. Stabilitas ini sedikit memberikan keseimbangan di tengah kenaikan harga komoditas lainnya.

Serka Muksin menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari tugas rutin Babinsa dalam memantau kondisi wilayah, khususnya terkait kebutuhan pokok masyarakat. Ia menegaskan bahwa pemantauan harga sembako sangat penting untuk mengetahui perkembangan situasi ekonomi di tingkat bawah.

“Kami terus melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan kondisi harga dan ketersediaan barang tetap terpantau. Ini penting sebagai langkah antisipasi apabila terjadi lonjakan harga yang signifikan,” ujarnya.

Selama kegiatan berlangsung, situasi di Warung Kasirih dan sekitarnya terpantau aman, tertib, dan lancar. Interaksi antara Babinsa dan pemilik warung juga berjalan baik, dengan adanya pertukaran informasi terkait pasokan dan distribusi barang.

Kenaikan harga yang terjadi secara bersamaan pada beberapa komoditas ini menjadi sinyal perlunya perhatian lebih dari pihak terkait. Pemerintah daerah diharapkan dapat segera mengambil langkah strategis guna menekan lonjakan harga dan menjaga daya beli masyarakat.

Monitoring yang dilakukan oleh Babinsa Serka Muksin ini menjadi gambaran nyata kondisi pasar di tingkat bawah. Di tengah fluktuasi harga yang terus bergerak, kehadiran aparat di lapangan menjadi penting untuk memastikan stabilitas tetap terjaga.

Dengan kondisi saat ini, masyarakat diimbau untuk tetap bijak dalam berbelanja serta memanfaatkan alternatif bahan pangan yang lebih terjangkau. Sementara itu, sinergi antara pemerintah, aparat, dan pelaku pasar menjadi kunci utama dalam menghadapi gejolak harga sembako yang terus berkembang.

Posting Komentar