Babinsa Serma Sanudin Bongkar Fakta Harga Sembako di Cikedung, Lonjakan Diam-Diam Bikin Warga Resah!
Indramayu – Pergerakan harga bahan pokok kembali menjadi perhatian serius. Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serma Sanudin, turun langsung ke lapangan melakukan monitoring harga sembako di wilayah binaannya, tepatnya di kios milik warga di Desa Cikedung Lor, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Sabtu (18/4/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang rutin dilakukan aparat TNI AD melalui Babinsa. Langkah ini dinilai penting guna memastikan stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok tetap terjaga di tengah masyarakat.
Dalam pengecekan tersebut, Serma Sanudin menyasar langsung kios milik Ibu Dian sebagai salah satu titik distribusi kebutuhan pokok warga. Dari hasil pemantauan, harga sejumlah komoditas terpantau berada pada level yang cukup beragam, dengan beberapa di antaranya dinilai masih relatif tinggi.
Untuk komoditas utama, harga beras tercatat berada di angka Rp12.000 per kilogram. Sementara minyak goreng mencapai Rp20.000 per kilogram, yang menunjukkan adanya tekanan harga dibandingkan kondisi normal di beberapa wilayah lainnya.
Harga telur ayam juga masih bertahan di angka Rp29.000 per kilogram, menjadi salah satu komoditas yang cukup memengaruhi pengeluaran rumah tangga. Di sisi lain, komoditas cabai rawit hijau tercatat mencapai Rp45.000 per kilogram, angka yang tergolong tinggi dan berpotensi memicu inflasi di sektor pangan.
Sementara itu, gula putih dijual seharga Rp18.000 per kilogram. Untuk cabai merah, harga berada di angka Rp28.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan fluktuasi harga yang masih terjadi pada komoditas bumbu dapur.
Adapun bawang merah tercatat Rp30.000 per kilogram, sedangkan bawang putih berada di angka Rp35.000 per kilogram. Kedua komoditas ini menjadi perhatian karena merupakan kebutuhan harian masyarakat.
Untuk sumber protein, harga daging ayam berada di angka Rp35.000 per kilogram, sementara daging sapi masih bertahan tinggi di Rp130.000 per kilogram. Harga ini dinilai cukup membebani masyarakat, terutama bagi kalangan menengah ke bawah.
Meski demikian, dalam pelaksanaan kegiatan monitoring tersebut, situasi wilayah terpantau dalam keadaan aman dan kondusif. Aktivitas jual beli di kios maupun lingkungan sekitar berjalan normal tanpa adanya gangguan berarti.
Serma Sanudin menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memperoleh data riil di lapangan sekaligus mendeteksi potensi gejolak harga sedini mungkin. Dengan demikian, informasi tersebut dapat menjadi bahan koordinasi dengan pihak terkait guna menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas ekonomi warga juga memberikan rasa aman dan kepercayaan, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI dan masyarakat dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk fluktuasi harga bahan pokok.
Langkah proaktif ini menjadi bukti nyata komitmen TNI AD dalam menjaga ketahanan wilayah, tidak hanya dari sisi keamanan, tetapi juga stabilitas ekonomi masyarakat. Monitoring yang dilakukan secara rutin diharapkan mampu mencegah terjadinya lonjakan harga yang tidak terkendali.
