Babinsa Sertu Carli Turun Langsung! Harga Sembako di Indramayu Dipantau Ketat, Ini Daftar Terbarunya
Indramayu – Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan aparat kewilayahan. Babinsa Koramil 1613/Terisi, Sertu Carli, turun langsung ke lapangan melakukan monitoring harga sembako di wilayah binaannya pada Minggu (12/4/2026). Kegiatan ini menjadi bukti nyata kehadiran TNI di tengah masyarakat dalam memastikan kondisi ekonomi tetap terkendali.
Sejak pukul 09.00 WIB, Sertu Carli menyambangi sejumlah toko sembako yang berada di Blok Terisi, Desa Rajasinga, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Dengan penuh ketelitian, ia melakukan pengecekan harga sekaligus berdialog dengan para pedagang guna mendapatkan gambaran riil kondisi pasar saat ini.
Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari tugas pembinaan teritorial yang tidak hanya berfokus pada aspek keamanan, tetapi juga kesejahteraan masyarakat. Monitoring harga sembako dinilai penting, mengingat fluktuasi harga dapat berdampak langsung terhadap daya beli warga, khususnya kalangan menengah ke bawah.
Dari hasil pemantauan di lapangan, harga bahan pokok terpantau relatif stabil, meskipun terdapat beberapa komoditas yang masih berada pada kisaran cukup tinggi. Beras, sebagai kebutuhan utama masyarakat, tercatat berada di angka Rp12.000 per kilogram. Sementara itu, minyak goreng dijual dengan harga Rp20.000 per kilogram.
Untuk komoditas protein, telur ayam berada di harga Rp29.000 per kilogram. Daging ayam terpantau di angka Rp35.000 per kilogram, sedangkan daging sapi masih cukup tinggi, yakni Rp130.000 per kilogram. Kondisi ini dinilai masih wajar, mengingat permintaan pasar yang cenderung stabil.
Sementara itu, harga cabai rawit hijau mencapai Rp45.000 per kilogram, menjadi salah satu komoditas dengan harga tertinggi. Cabai merah justru lebih rendah, yakni Rp28.000 per kilogram. Perbedaan harga ini dipengaruhi oleh faktor pasokan dan permintaan di tingkat distributor.
Untuk kebutuhan dapur lainnya, gula putih dijual seharga Rp18.000 per kilogram. Bawang merah berada di angka Rp30.000 per kilogram, sedangkan bawang putih sedikit lebih tinggi, yakni Rp35.000 per kilogram. Secara umum, harga-harga tersebut masih dalam kategori stabil dan tidak menunjukkan lonjakan signifikan.
Dalam keterangannya, Sertu Carli menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini akan terus dilakukan secara berkala. Hal ini bertujuan untuk mendeteksi dini potensi kenaikan harga yang dapat memberatkan masyarakat. Selain itu, kehadiran Babinsa juga diharapkan mampu memberikan rasa aman dan nyaman bagi para pedagang maupun pembeli.
“Kami ingin memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan tidak terjadi lonjakan yang merugikan masyarakat. Selain itu, kami juga berkoordinasi dengan pedagang untuk mengetahui kendala distribusi jika ada,” ujarnya di sela kegiatan.
Para pedagang pun menyambut baik kehadiran Babinsa yang dinilai peduli terhadap kondisi pasar. Mereka berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan agar stabilitas harga tetap terjaga dan tidak terjadi permainan harga oleh pihak-pihak tertentu.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya gangguan maupun kendala berarti di lapangan. Interaksi antara aparat dan masyarakat berjalan dengan baik, mencerminkan sinergi yang kuat dalam menjaga stabilitas wilayah.
Kegiatan monitoring harga sembako ini menjadi salah satu langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan di tingkat daerah. Dengan adanya pengawasan langsung dari aparat kewilayahan, diharapkan potensi gejolak harga dapat diminimalisir sejak dini.
Ke depan, peran aktif Babinsa seperti yang dilakukan Sertu Carli diharapkan semakin memperkuat hubungan antara TNI dan masyarakat. Tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi di wilayah binaan.
