HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Sertu Kadani Ungkap Kenaikan Harga Sembako di Krangkeng, Daging hingga Bawang Meroket!


INDRAMAYU — Lonjakan harga sejumlah kebutuhan pokok mulai terasa di sejumlah pasar tradisional di Kabupaten Indramayu. Hal ini terungkap setelah Kadani, anggota Koramil 1610/Krangkeng, melakukan monitoring langsung di Pasar Desa Singakerta, Minggu (26/4/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial dalam memantau kondisi ekonomi masyarakat, khususnya terkait stabilitas harga bahan pokok di tingkat pasar tradisional.

Dalam hasil pemantauan di lapangan, Sertu Kadani menemukan adanya kenaikan harga pada sejumlah komoditas penting yang berpotensi membebani masyarakat. Beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan di antaranya telur ayam, daging sapi, gula pasir, hingga komoditas bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih.

Harga telur ayam kini tercatat mencapai Rp38.000 per kilogram, mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya. Sementara itu, daging sapi menembus angka Rp150.000 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas dengan harga tertinggi di pasar tersebut.

Tidak hanya itu, harga gula pasir juga mengalami kenaikan menjadi Rp16.000 per kilogram. Kenaikan serupa terjadi pada bawang merah yang kini dijual Rp48.000 per kilogram, serta bawang putih yang mencapai Rp42.000 per kilogram.

Komoditas lain seperti kacang kedelai turut mengalami kenaikan dengan harga Rp19.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan harga pada sejumlah bahan pokok yang cukup vital bagi kebutuhan rumah tangga.

Meski demikian, beberapa komoditas tercatat masih stabil. Harga beras berada di kisaran Rp15.800 per kilogram, minyak goreng Rp16.000 per kilogram, serta daging ayam Rp38.000 per kilogram. Jagung juga terpantau stabil di angka Rp11.000 per kilogram.

Sertu Kadani menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini dilakukan untuk memastikan kondisi pasar tetap terkendali serta sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi gejolak harga.

“Kami turun langsung untuk mengetahui kondisi riil di lapangan. Dengan monitoring ini, kami bisa memastikan harga dan ketersediaan bahan pokok tetap terpantau,” ujarnya.

Menurutnya, peran Babinsa tidak hanya berkaitan dengan aspek keamanan, tetapi juga mencakup pemantauan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Hal ini sejalan dengan tugas TNI Angkatan Darat dalam menjaga stabilitas wilayah secara menyeluruh.

Selain melakukan pendataan harga, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk berinteraksi dengan pedagang dan pembeli. Dari hasil komunikasi tersebut, diketahui bahwa kenaikan harga dipengaruhi oleh distribusi barang dan pasokan dari daerah pemasok.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar mendapat respons positif dari masyarakat. Para pedagang mengaku merasa diperhatikan, sementara pembeli berharap adanya langkah lanjutan untuk menekan kenaikan harga.

Selama kegiatan berlangsung, situasi pasar terpantau aman dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan normal tanpa adanya gangguan berarti.

Monitoring yang dilakukan Sertu Kadani menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi di tingkat lokal. Di tengah fluktuasi harga yang terjadi, peran aktif aparat di lapangan dinilai sangat penting dalam memberikan rasa aman sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi.

Ke depan, kegiatan serupa diharapkan terus dilakukan secara rutin guna memantau perkembangan harga dan mengantisipasi potensi kenaikan yang lebih signifikan, sehingga stabilitas ekonomi masyarakat tetap terjaga.

Posting Komentar