HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Babinsa Terisi Bergerak! Harga Sembako Dipantau Ketat, Serda Seoulistiyo Turun Langsung Cegah Gejolak Pasar


Indramayu – Stabilitas harga bahan pokok kembali menjadi perhatian serius jajaran TNI di wilayah. Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serda Seoulistiyo Setiawan, turun langsung ke lapangan melakukan monitoring harga sembako guna memastikan kondisi pasar tetap terkendali dan tidak memberatkan masyarakat.

Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Kamis (16/4/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan lokasi pengecekan di Kios Ana yang berada di Blok Bojong, Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Langkah ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini terhadap potensi kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi akibat dinamika distribusi maupun faktor eksternal lainnya.

Dalam laporan resmi yang disampaikan kepada Dandim 0616/Indramayu, kegiatan monitoring ini bertujuan untuk memperoleh data riil harga sembako di tingkat pedagang sekaligus memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan di masyarakat.

Dari hasil pengecekan di lapangan, diperoleh sejumlah data harga bahan pokok yang saat ini relatif stabil. Harga beras tercatat di angka Rp12.000 per kilogram, sementara minyak goreng berada di kisaran Rp20.000 per kilogram. Untuk komoditas telur ayam, harga berada di angka Rp29.000 per kilogram.

Sementara itu, harga cabai rawit hijau terpantau cukup tinggi di angka Rp45.000 per kilogram, sedangkan cabai merah berada di kisaran Rp28.000 per kilogram. Komoditas lainnya seperti gula putih dijual seharga Rp18.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram, dan bawang putih Rp35.000 per kilogram.

Untuk sumber protein hewani, harga daging ayam berada di angka Rp35.000 per kilogram, sedangkan daging sapi masih berada di kisaran Rp130.000 per kilogram. Secara umum, harga-harga tersebut dinilai masih dalam batas wajar meski beberapa komoditas menunjukkan kecenderungan fluktuatif.

“Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap stabil dan terjangkau oleh masyarakat, serta mengantisipasi adanya spekulasi harga di tingkat pedagang,” demikian disampaikan dalam laporan kegiatan tersebut.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar dan kios warga juga memberikan rasa aman serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap peran TNI dalam menjaga stabilitas ekonomi di tingkat bawah. Selain itu, komunikasi langsung dengan pedagang menjadi sarana efektif untuk menggali informasi terkait distribusi barang dan kendala yang dihadapi di lapangan.

Langkah monitoring ini juga menjadi bagian dari upaya sinergi antara TNI dengan pemerintah daerah dalam menjaga ketahanan pangan dan stabilitas ekonomi masyarakat. Dengan data yang diperoleh secara langsung, diharapkan setiap potensi gejolak harga dapat segera diantisipasi dengan langkah yang tepat.

Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman dan kondusif. Tidak ditemukan adanya indikasi penimbunan barang maupun praktik kecurangan harga di lokasi yang dipantau.

Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus dilakukan secara rutin sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya di wilayah binaan. Peran aktif Babinsa dalam monitoring harga sembako menjadi bukti nyata bahwa TNI tidak hanya fokus pada aspek pertahanan, tetapi juga turut menjaga stabilitas sosial dan ekonomi.

Laporan ini sekaligus menegaskan komitmen jajaran Koramil 1613/Terisi dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui pengawasan langsung di lapangan. Dengan keterlibatan aktif aparat kewilayahan, diharapkan kondisi pasar tetap stabil dan kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Posting Komentar