Babinsa Terisi Siaga! Harga Sembako di Indramayu Terpantau, Ini Daftar Terbarunya dari Lapangan
Indramayu – Pergerakan harga bahan pokok kembali menjadi perhatian aparat teritorial. Babinsa Koramil 1613/Terisi, Serka Ahyadi, turun langsung melakukan monitoring harga sembako di wilayah binaannya, tepatnya di Kios Lina, Blok KUD Desa Jatisura, Kecamatan Cikedung, Kabupaten Indramayu, Sabtu (11/04/2026).
Laporan kegiatan ini disampaikan kepada Dandim 0616/Indramayu dengan tembusan kepada Kasdim dan Pasiterdim sebagai bagian dari upaya pengawasan stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat bawah. Monitoring yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut bertujuan untuk memastikan harga kebutuhan pokok tetap terkendali serta ketersediaan barang di pasar tetap aman.
Dalam hasil pemantauan di lapangan, Serka Ahyadi mencatat sejumlah harga bahan pokok yang menjadi kebutuhan utama masyarakat. Untuk komoditas beras, harga saat ini berada di angka Rp12.000 per kilogram, relatif stabil dan masih terjangkau bagi masyarakat.
Sementara itu, harga minyak goreng tercatat Rp20.000 per kilogram. Angka ini menunjukkan adanya perbedaan dibandingkan wilayah lain, yang menjadi catatan penting dalam pemantauan distribusi dan harga di tingkat lokal.
Harga telur ayam berada di kisaran Rp29.000 per kilogram, sedangkan daging ayam dijual Rp35.000 per kilogram. Kedua komoditas ini masih tergolong stabil dan tidak mengalami lonjakan signifikan.
Namun, untuk komoditas hortikultura, terdapat variasi harga yang cukup mencolok. Cabe rawit hijau tercatat mencapai Rp45.000 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas dengan harga tertinggi. Sementara cabe merah berada di angka Rp28.000 per kilogram.
Harga gula putih saat ini berada di angka Rp18.000 per kilogram, sedangkan bawang merah dan bawang putih masing-masing dijual Rp30.000 dan Rp35.000 per kilogram. Kenaikan harga pada beberapa komoditas ini menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap kebutuhan dapur masyarakat sehari-hari.
Untuk daging sapi, harga tercatat Rp130.000 per kilogram. Meski masih dalam batas wajar, komoditas ini tetap menjadi salah satu indikator penting dalam memantau daya beli masyarakat.
Serka Ahyadi menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang rutin dilakukan oleh Babinsa. Selain mencatat harga, Babinsa juga berdialog langsung dengan pedagang guna mengetahui kondisi distribusi barang serta kendala yang dihadapi di lapangan.
“Monitoring ini penting untuk mengetahui perkembangan harga sekaligus memastikan tidak terjadi kelangkaan bahan pokok di wilayah,” ujarnya dalam laporan.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di lokasi terpantau aman, tertib, dan lancar. Aktivitas jual beli berjalan normal tanpa adanya gangguan yang berarti.
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar juga mendapat respons positif dari masyarakat. Selain memberikan rasa aman, kegiatan ini dinilai sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi warga.
Dengan adanya pemantauan rutin seperti ini, diharapkan setiap potensi kenaikan harga dapat terdeteksi lebih awal sehingga langkah antisipatif dapat segera dilakukan. Stabilitas harga sembako menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
