Babinsa Terjun ke Pasar! Pelda Eryana Bongkar Harga Sembako di Terisi, Ini Daftar Lengkapnya
INDRAMAYU — Upaya menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok terus dilakukan aparat teritorial di wilayah Kabupaten Indramayu. Kali ini, Eryana, anggota Koramil 1613/Terisi, turun langsung ke lapangan untuk melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di Pasar Terisi, Minggu (26/4/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB tersebut berlangsung di Desa Karangasem, Kecamatan Terisi. Monitoring ini menjadi bagian dari langkah aktif aparat kewilayahan dalam memastikan stabilitas harga sembako tetap terjaga serta mengantisipasi potensi lonjakan harga di tingkat pasar tradisional.
Dalam pelaksanaannya, Pelda Eryana melakukan pengecekan langsung kepada para pedagang, sekaligus berdialog dengan masyarakat guna memperoleh gambaran riil kondisi harga di lapangan. Pendekatan ini dinilai efektif untuk memastikan data yang diperoleh akurat dan sesuai kondisi sebenarnya.
Hasil pemantauan menunjukkan bahwa harga kebutuhan pokok di Pasar Terisi relatif stabil, meskipun beberapa komoditas masih berada pada kisaran harga tertentu yang menjadi perhatian. Berdasarkan data yang dihimpun, harga beras tercatat Rp13.000 per kilogram, sementara minyak goreng berada di angka Rp17.000 per kilogram.
Untuk komoditas protein, harga telur ayam mencapai Rp33.000 per kilogram, sedangkan daging ayam berada di kisaran Rp38.000 per kilogram. Adapun daging sapi masih menempati posisi tertinggi dengan harga Rp135.000 per kilogram.
Sementara itu, komoditas lain seperti jagung dijual Rp10.000 per kilogram, gula pasir Rp17.000 per kilogram, serta kacang kedelai Rp19.000 per kilogram. Untuk kebutuhan bumbu dapur, harga bawang merah tercatat Rp44.000 per kilogram dan bawang putih Rp40.000 per kilogram.
Pelda Eryana menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial yang dijalankan TNI Angkatan Darat dalam mendukung stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya di sektor pangan.
“Monitoring ini penting untuk memastikan harga tetap stabil dan ketersediaan bahan pokok aman. Kami juga berkoordinasi dengan pedagang dan masyarakat agar tidak terjadi lonjakan harga yang signifikan,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurutnya, keterlibatan aparat kewilayahan dalam pemantauan harga menjadi salah satu bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi masyarakat. Dengan turun langsung ke pasar, Babinsa dapat mengetahui secara cepat dinamika yang terjadi, sekaligus menjadi penghubung antara masyarakat dan pihak terkait.
Selain melakukan pengecekan harga, kegiatan ini juga dimanfaatkan untuk menjalin komunikasi sosial dengan para pedagang dan warga. Dialog yang terjalin diharapkan mampu memperkuat hubungan serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aparat.
Langkah ini mendapat respons positif dari para pedagang di Pasar Terisi. Mereka mengaku terbantu dengan kehadiran aparat yang secara aktif memantau kondisi pasar, sehingga dapat menciptakan rasa aman dan nyaman dalam beraktivitas.
Kegiatan monitoring berjalan dengan aman dan lancar tanpa kendala berarti. Situasi pasar terpantau kondusif, dengan aktivitas jual beli berlangsung normal seperti biasa.
Upaya yang dilakukan Pelda Eryana ini menjadi bagian dari strategi preventif dalam menjaga stabilitas harga pangan di tingkat lokal. Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, peran aktif aparat di lapangan menjadi kunci dalam memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar.
Ke depan, kegiatan serupa akan terus dilakukan secara berkala guna memantau perkembangan harga serta mengantisipasi potensi gejolak pasar. Sinergi antara aparat, pedagang, dan masyarakat diharapkan mampu menjaga kestabilan ekonomi daerah secara berkelanjutan.
