Babinsa Terjun Langsung Cek Harga Sembako di Indramayu: Ini Daftar Terbaru yang Bikin Warga Waswas!
Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok yang kerap berubah, aparat teritorial TNI kembali menunjukkan peran aktifnya dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Kali ini, langkah cepat dilakukan oleh jajaran Koramil 1613/Terisi dengan turun langsung ke lapangan guna memastikan kondisi harga sembako tetap terkendali di wilayah Kabupaten Indramayu.
Kegiatan monitoring ini menjadi sorotan karena dilakukan di tengah meningkatnya kekhawatiran masyarakat terhadap fluktuasi harga bahan pokok. Dengan menyasar langsung kios dan pasar tradisional, aparat berupaya menghadirkan data riil di lapangan sekaligus memastikan tidak ada lonjakan harga yang merugikan warga.
Pada Jumat, 10 April 2026, mulai pukul 08.00 WIB, anggota Koramil 1613/Terisi, Serda Seoulistiyo Setiawan, melaksanakan pengecekan langsung di Kios ANA yang berada di Blok Bojong, Desa Jatimulya, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Kegiatan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial dalam rangka memantau kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Dalam pemantauan tersebut, Serda Seoulistiyo tidak hanya berinteraksi dengan pemilik kios, tetapi juga mencermati perkembangan harga berbagai komoditas penting yang menjadi kebutuhan harian warga. Hasilnya, diperoleh gambaran harga sembako yang relatif stabil, meski beberapa komoditas masih berada pada level yang cukup tinggi.
Adapun rincian harga bahan pokok yang terpantau di lokasi antara lain beras berada di kisaran Rp12.000 per kilogram, minyak goreng Rp20.000 per kilogram, serta telur ayam Rp29.000 per kilogram. Sementara itu, harga cabai rawit hijau tercatat mencapai Rp45.000 per kilogram, menjadikannya salah satu komoditas dengan harga tertinggi dalam pemantauan tersebut.
Untuk komoditas lainnya, gula putih dijual Rp18.000 per kilogram, cabai merah Rp28.000 per kilogram, bawang merah Rp30.000 per kilogram, dan bawang putih Rp35.000 per kilogram. Sedangkan untuk sumber protein hewani, daging ayam berada di harga Rp35.000 per kilogram, sementara daging sapi mencapai Rp130.000 per kilogram.
Dari hasil tersebut, terlihat bahwa beberapa komoditas seperti cabai dan daging masih memiliki harga yang cukup tinggi dibandingkan kebutuhan pokok lainnya. Kondisi ini menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat, terutama bagi kalangan ekonomi menengah ke bawah.
Kegiatan monitoring seperti ini dinilai penting sebagai langkah deteksi dini terhadap potensi lonjakan harga maupun kelangkaan barang. Dengan adanya data langsung dari lapangan, aparat dapat segera melaporkan perkembangan kepada komando atas untuk ditindaklanjuti jika diperlukan.
Selain itu, kehadiran Babinsa di tengah aktivitas ekonomi masyarakat juga memberikan rasa aman dan kepercayaan. Warga merasa diperhatikan, sementara pedagang diingatkan untuk tetap menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan praktik yang merugikan konsumen.
Selama kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan dalam kondisi aman dan lancar tanpa adanya kendala berarti. Interaksi antara aparat dan masyarakat pun berjalan dengan baik, mencerminkan sinergi yang positif dalam menjaga stabilitas wilayah.
Langkah proaktif yang dilakukan oleh Koramil 1613/Terisi ini diharapkan dapat terus berlanjut secara berkala. Monitoring harga sembako bukan hanya sekadar rutinitas, tetapi menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan ekonomi lokal serta mencegah gejolak yang dapat berdampak luas.
Dengan pengawasan yang konsisten, diharapkan harga kebutuhan pokok tetap terkendali dan masyarakat dapat menjalani aktivitas sehari-hari tanpa terbebani lonjakan harga yang tidak wajar.
