Babinsa Turun Langsung! Harga Sembako di Haurgeulis Bergejolak, Warga Diminta Tetap Tenang
Indramayu — Dinamika harga kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian serius aparat kewilayahan. Babinsa Koramil 1615/Haurgeulis, Wawan Hermawan, turun langsung melakukan pemantauan harga sembako di wilayah Kecamatan Haurgeulis, Rabu (8/4/2026) pagi. Kegiatan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap stabilitas ekonomi masyarakat di tingkat bawah.
Sejak pukul 08.30 WIB, pemantauan dimulai dengan menyasar kios-kios sembako yang tersebar di desa binaan. Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar tidak hanya untuk memantau harga, tetapi juga memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar tanpa hambatan yang berpotensi merugikan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, ditemukan adanya fluktuasi harga pada sejumlah komoditas penting. Beberapa bahan pokok tercatat mengalami penurunan harga, sementara sebagian lainnya justru menunjukkan tren kenaikan. Kondisi ini menjadi indikator penting bagi aparat dalam membaca situasi ekonomi mikro di wilayah binaan.
Harga beras medium misalnya, yang sebelumnya berada di angka Rp13.200 per kilogram, kini mengalami sedikit penurunan menjadi Rp13.000. Penurunan ini disambut baik oleh masyarakat, mengingat beras merupakan kebutuhan utama sehari-hari. Hal serupa juga terjadi pada bawang merah yang turun cukup signifikan dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram, serta daging ayam yang turun dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Namun di sisi lain, beberapa komoditas justru mengalami kenaikan. Gula pasir yang sebelumnya Rp17.000 per kilogram naik menjadi Rp17.500. Telur ayam juga mengalami kenaikan harga meskipun tidak disebutkan angka pastinya dalam laporan. Kondisi ini menjadi perhatian karena kedua komoditas tersebut memiliki tingkat konsumsi tinggi di masyarakat.
Sementara itu, sejumlah bahan pokok lainnya terpantau stabil tanpa perubahan harga. Minyak goreng tetap di angka Rp17.000 per kilogram, jagung Rp13.000, kedelai lokal Rp10.000, bawang putih Rp40.000, serta daging sapi yang masih bertahan di Rp140.000 per kilogram. Stabilitas ini dinilai penting sebagai penyeimbang di tengah fluktuasi harga komoditas lainnya.
Menurut Babinsa Wawan Hermawan, kegiatan pemantauan ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial guna memastikan kondisi sosial ekonomi masyarakat tetap kondusif. Ia juga menegaskan bahwa kehadiran aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi penimbunan barang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
“Kami ingin memastikan harga tetap terkendali dan masyarakat tidak mengalami kesulitan dalam mendapatkan kebutuhan pokok,” ujarnya di sela kegiatan.
Lebih lanjut, ia juga mengimbau para pedagang untuk tetap menjaga stabilitas harga serta tidak mengambil keuntungan berlebihan yang dapat merugikan konsumen. Transparansi dan kejujuran dalam berdagang dinilai menjadi kunci menjaga kepercayaan masyarakat.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Haurgeulis terpantau aman dan kondusif. Aktivitas jual beli berjalan normal tanpa adanya gangguan berarti. Interaksi antara Babinsa, pedagang, dan masyarakat pun berlangsung dengan baik, mencerminkan sinergi positif antara aparat dan warga.
Langkah proaktif yang dilakukan Babinsa ini mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Kehadiran aparat dinilai mampu memberikan rasa tenang di tengah kekhawatiran akan kenaikan harga bahan pokok yang kerap terjadi menjelang momen tertentu.
Dengan adanya pemantauan rutin seperti ini, diharapkan stabilitas harga sembako di wilayah Haurgeulis dapat terus terjaga. Aparat kewilayahan juga berkomitmen untuk terus melakukan pengawasan secara berkala guna memastikan kondisi ekonomi masyarakat tetap stabil dan terkendali.
Laporan kegiatan ini telah disampaikan kepada Komando Atas sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan tugas di lapangan. Dokumentasi kegiatan pun turut dilampirkan sebagai bukti pelaksanaan monitoring secara langsung di wilayah binaan.
