HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

GERAK CEPAT BABINSA KOPTTU IWAN, HARGA SEMBAKO DI KRANGKENG TERPANTAU—INI FAKTA MENGEJUTKAN DI BALIK KENAIKAN!


Indramayu — Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok terus dilakukan aparat teritorial. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Koptu Iwan, turun langsung ke lapangan melakukan monitoring harga sembako di Pasar Pagi Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Jumat (10/4/2026) mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya dalam memastikan harga bahan pokok tetap terkendali di tengah dinamika pasar yang terus berubah. Dalam laporannya kepada Yth. Dandim 0616/Indramayu, Koptu Iwan menyampaikan hasil pemantauan secara rinci dan aktual.

Dari hasil monitoring di lapangan, diketahui bahwa sebagian harga bahan pokok masih berada dalam kondisi stabil. Namun demikian, sejumlah komoditas strategis mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, yang berpotensi berdampak pada daya beli masyarakat.

Harga beras sebagai komoditas utama tercatat masih stabil di angka Rp15.800 per kilogram. Begitu pula dengan minyak goreng yang bertahan di harga Rp16.000 per kilogram. Kondisi ini sedikit memberikan kelegaan bagi masyarakat, mengingat kedua bahan tersebut merupakan kebutuhan harian yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan rumah tangga.

Namun, situasi berbeda terlihat pada komoditas telur ayam yang mengalami kenaikan harga menjadi Rp38.000 per kilogram. Kenaikan ini menjadi perhatian karena telur merupakan salah satu sumber protein utama masyarakat dengan konsumsi yang cukup tinggi.

Hal serupa juga terjadi pada daging sapi yang kini berada di harga Rp150.000 per kilogram. Lonjakan harga ini dinilai cukup signifikan dan berpotensi memengaruhi konsumsi masyarakat, khususnya menjelang momen tertentu yang biasanya diiringi peningkatan kebutuhan pangan.

Tak hanya itu, sejumlah bahan pokok lain juga mengalami kenaikan harga. Gula pasir kini dijual Rp16.000 per kilogram, sementara bawang merah melonjak hingga Rp48.000 per kilogram. Bawang putih pun ikut naik menjadi Rp42.000 per kilogram. Kenaikan harga pada komoditas bumbu dapur ini tentu menjadi perhatian serius, mengingat perannya yang sangat vital dalam kebutuhan sehari-hari.

Kacang kedelai juga tercatat mengalami kenaikan harga menjadi Rp19.000 per kilogram. Kondisi ini berpotensi berdampak pada industri rumahan seperti tahu dan tempe yang bergantung pada bahan baku tersebut.

Sementara itu, beberapa komoditas lainnya masih relatif stabil. Daging ayam tercatat tetap di harga Rp38.000 per kilogram, sedangkan jagung berada di angka Rp11.000 per kilogram tanpa perubahan berarti.

Koptu Iwan menegaskan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan langkah preventif guna mengantisipasi lonjakan harga yang tidak terkendali. Selain itu, kehadiran Babinsa di tengah masyarakat juga bertujuan untuk memberikan rasa aman dan memastikan aktivitas pasar berjalan dengan tertib.

“Selama pelaksanaan kegiatan monitoring, situasi di Pasar Pagi Desa Dukuhjati terpantau dalam keadaan aman, tertib, dan kondusif,” ujar Koptu Iwan dalam laporannya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya akan terus melakukan pemantauan secara berkala dan berkoordinasi dengan instansi terkait apabila ditemukan indikasi lonjakan harga yang tidak wajar.

Langkah cepat yang dilakukan Babinsa ini mendapat respons positif dari para pedagang maupun masyarakat. Kehadiran aparat di tengah aktivitas ekonomi dinilai mampu memberikan rasa nyaman sekaligus menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap kondisi rakyat.

Dengan adanya monitoring rutin seperti ini, diharapkan stabilitas harga sembako dapat terus terjaga, serta potensi gejolak pasar dapat diantisipasi sejak dini. Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen TNI dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di wilayah binaannya.

Posting Komentar