HEADLINE
Mode Gelap
Artikel teks besar

Hadir di Pasar Babinsa Krangkeng Pantau Harga Sembako, Sejumlah Komoditas Alami Kenaikan


Upaya pengendalian harga kebutuhan pokok terus dilakukan aparat kewilayahan. Babinsa Koramil 1610/Krangkeng, Koptu Iwan, melaksanakan monitoring harga sembako di pasar pagi Desa Dukuhjati, Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, pada Senin (20/4/2026).

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 08.00 WIB ini bertujuan untuk memantau perkembangan harga bahan pokok di tingkat pasar tradisional, sekaligus memastikan stabilitas harga di tengah kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Monitoring dilakukan secara langsung dengan mendatangi para pedagang dan mencatat harga sejumlah komoditas utama.

Dari hasil pemantauan, sejumlah bahan pokok terpantau mengalami kenaikan harga, meskipun sebagian lainnya masih berada pada kondisi stabil. Untuk komoditas beras, harga masih bertahan di angka Rp15.800 per kilogram. Sementara minyak goreng juga relatif stabil di kisaran Rp16.000 per kilogram.

Namun demikian, beberapa komoditas penting mengalami kenaikan harga. Telur ayam misalnya, tercatat naik menjadi Rp38.000 per kilogram. Kenaikan serupa juga terjadi pada daging sapi yang kini berada di angka Rp150.000 per kilogram.

Selain itu, gula pasir mengalami kenaikan menjadi Rp16.000 per kilogram. Komoditas bumbu dapur seperti bawang merah dan bawang putih juga turut mengalami lonjakan harga, masing-masing berada di angka Rp48.000 dan Rp42.000 per kilogram.

Tidak hanya itu, kacang kedelai juga mengalami kenaikan harga menjadi Rp19.000 per kilogram. Sementara itu, harga jagung masih terpantau stabil di angka Rp11.000 per kilogram, dan daging ayam juga belum mengalami perubahan dengan harga Rp38.000 per kilogram.

Koptu Iwan menyampaikan bahwa kegiatan monitoring ini merupakan bagian dari tugas aparat kewilayahan dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, khususnya terkait ketersediaan dan harga bahan pokok.

“Kami rutin melakukan pemantauan harga di pasar untuk memastikan kondisi tetap terkendali serta memberikan laporan perkembangan di lapangan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa kenaikan harga beberapa komoditas diduga dipengaruhi oleh faktor distribusi serta ketersediaan barang di pasaran. Meski demikian, kondisi pasar secara umum masih berjalan normal dan aktivitas jual beli tetap berlangsung lancar.

Selama kegiatan monitoring berlangsung, situasi di pasar pagi Desa Dukuhjati terpantau aman dan tertib. Tidak ditemukan adanya gejolak signifikan di kalangan pedagang maupun pembeli.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi pihak terkait dalam mengambil langkah-langkah strategis guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok di masyarakat.

Dengan adanya pemantauan rutin seperti ini, diharapkan potensi lonjakan harga dapat diantisipasi sejak dini serta memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Posting Komentar