Harga Sembako Bergejolak! Babinsa Turun ke Pasar, Temukan Gula dan Telur Naik di Pasar Haurgeulis
Indramayu – Dinamika harga kebutuhan pokok kembali menjadi sorotan di Kabupaten Indramayu. Untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok, anggota TNI dari Koramil 1615/Haurgeulis turun langsung ke lapangan melakukan pemantauan di pasar dan kios sembako wilayah Kecamatan Haurgeulis, Selasa (21/4/2026).
Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut dipimpin oleh Serda Ikram D, yang melakukan pengecekan langsung ke sejumlah kios dan toko sembako. Langkah ini merupakan bagian dari upaya pengawasan guna mengantisipasi lonjakan harga yang dapat berdampak pada daya beli masyarakat.
Hasil pemantauan menunjukkan adanya fluktuasi harga pada beberapa komoditas penting. Beras medium, misalnya, mengalami penurunan tipis dari Rp13.200 menjadi Rp13.000 per kilogram. Penurunan ini dinilai cukup membantu masyarakat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Namun, di sisi lain, kenaikan harga justru terjadi pada beberapa bahan pokok lainnya. Gula pasir tercatat naik dari Rp17.000 menjadi Rp17.500 per kilogram. Kenaikan juga terjadi pada telur ayam yang kini berada di angka Rp32.000 per kilogram, meski tidak disebutkan harga sebelumnya secara rinci.
Sementara itu, harga minyak goreng terpantau stabil di angka Rp17.000 per kilogram, begitu juga dengan jagung dan kedelai lokal yang masing-masing bertahan di harga Rp13.000 dan Rp10.000 per kilogram. Stabilitas ini diharapkan dapat menjaga keseimbangan kebutuhan pangan masyarakat.
Penurunan harga cukup signifikan terlihat pada bawang merah yang turun dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Daging ayam juga mengalami penurunan dari Rp37.000 menjadi Rp35.000 per kilogram, memberikan sedikit kelonggaran bagi konsumen rumah tangga.
Adapun harga bawang putih dan daging sapi terpantau stabil, masing-masing di angka Rp40.000 dan Rp140.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan bahwa tidak semua komoditas mengalami tekanan harga secara bersamaan.
Serda Ikram D menyampaikan bahwa kegiatan pemantauan ini bertujuan untuk memastikan tidak terjadi lonjakan harga yang tidak wajar serta menjaga stabilitas pasokan di tingkat pedagang. Selain itu, kehadiran aparat di lapangan juga menjadi bentuk pengawasan terhadap potensi praktik penimbunan atau permainan harga.
“Kami ingin memastikan harga tetap terkendali dan masyarakat tidak dirugikan. Jika ada kenaikan, harus dalam batas wajar dan sesuai mekanisme pasar,” ujarnya.
Pemantauan harga sembako menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga ketahanan ekonomi masyarakat, khususnya di tingkat daerah. Dengan adanya pengawasan rutin, diharapkan potensi gejolak harga dapat segera terdeteksi dan ditangani.
Selama kegiatan berlangsung, situasi di wilayah Kecamatan Haurgeulis terpantau aman dan kondusif. Aktivitas jual beli di pasar berjalan normal tanpa adanya gangguan berarti.
Langkah yang dilakukan Koramil 1615/Haurgeulis ini mendapat respons positif dari masyarakat dan pedagang. Kehadiran aparat dinilai memberikan rasa aman sekaligus memastikan transparansi dalam perdagangan bahan pokok.
Dengan kondisi harga yang relatif stabil meski ada beberapa kenaikan, masyarakat diimbau tetap bijak dalam berbelanja serta tidak melakukan panic buying. Pemerintah dan aparat terkait juga diharapkan terus memantau perkembangan harga guna menjaga kestabilan ekonomi daerah.
Pemantauan seperti ini akan terus dilakukan secara berkala untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang terjangkau, terutama menjelang periode-periode rawan kenaikan harga.
